Menteri ATR/BPN Pastikan Sertifikat Tanah Elektronik Lebih Aman
Suara Kalbar– Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono pastikan sistem keamanan sertifikat tanah elektronik lebih baik dan aman dibandingkan sertifikat konvensional.
Sertifikat tanah elektronik dinilai lebih aman daripada sertifikat konvensional yang lebih rentan hilang, terbakar, terdampak banjir, bahkan dicuri oleh mafia tanah.
Dilansir dari Antara, AHY mengatakan ATR/BPN kini memiliki sistem pengamanan yang ketat, di mana dirinya sudah mendatangi Pusat Data dan Informasi Kementerian ATR/BPN di Cikeas untuk memeriksa secara langsung.
Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah mendeklarasikan implementasi layanan Sertifikat Tanah Elektronik di Kantah Kota Makassar. AHY juga langsung menyerahkan sertifikat tanah elektronik milik pemerintah daerah satu di antaranya Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) Lapangan Karebosi Makassar dengan nilai investasi sebesar Rp2,9 triliun.
Langkah ini merupakan wujud dari komitmen Kementerian ATR/BPN untuk menjadikan 104 Kantah Kabupaten/Kota Elektronik tahun 2024. Selain mendorong penggunaan sertifikat tanah elektronik, seluruh kantah juga didorong untuk terus berinovasi dan mulai digitalisasi layanan, terlebih terkait pertanahan.
Sebelumnya, AHY mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN terus berupaya untuk memperluas cakupan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Sebanyak 104 kota/kabupaten di Indonesia ditargetkan tersertifikasi lengkap pada 2024, termasuk yang dapat melayani secara elektronik.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






