Haedar Nashir Tanggapi Pelaksanaan Salat Idulfitri di Gunung Kidul
Yogyakarta (Suara Kalbar)-Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan tanggapannya terkait pelaksanaan salat Idulfitri oleh jemaah Aolia di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 5 April 2024.
Haedar Nashir menyatakan bahwa pihaknya bersikap toleran terhadap perbedaan, namun jika perbedaan tersebut terlalu jauh dari dasar ketentuan, maka perlu dilakukan dialog.
“Di Gunung Kidul dan di tempat lain juga ada yang berbeda, ya kita toleran saja terhadap perbedaan itu. Namun, kalau terlalu jauh dari dasar-dasar ketentuan, ya nanti perlu diajak dialog,” katanya melansir dari Beritasatu.com, Senin(8/4/2024).
Haedar juga memberikan pesan agar rakyat Indonesia tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan dan filosofi bangsa. Pancasila bukan hanya menjadi nilai luhur, tetapi juga menjadi bagian dari budaya bangsa sebagai moralitas dan spiritualitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Diketahui, jemaah Masjid Aolia di Gunung Kidul, DIY, telah melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat, 5 April 2024, berdasarkan penetapan dari sang imam masjid. Imam Masjid Aolia, Kiai Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau Mbah Benu, menyatakan bahwa 1 Syawal jatuh pada Jumat tersebut.
Mbah Benu menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal dilakukan setelah melakukan “telepon” langsung kepada Allah SWT untuk mendapatkan informasi terkait tanggal tersebut. Menurutnya, telepon tersebut merupakan perjalanan kontak spiritualnya dengan Sang Pencipta.
Meskipun demikian, Mbah Benu meminta agar penetapan tanggal 1 Syawal tersebut tidak dipermasalahkan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






