Cegah Kekerasan Digital, FJPI Kalbar Gelar Pelatihan dan Pameran Foto Bagi Jurnalis Perempuan

Workshop KBGO digelar FJPI Kalbar pada 27-28 April 2024 di Harris Hotel Pontianak. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Pontianak (Suara Kalbar) – Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang difasitasi melalui teknologi, sama seperti kekerasan berbasis gender di dunia nyata.

KBGO sangat berbahaya karena terjadi secara online di mana peraturan di dalamnya belum cukup ampuh untuk melindungi perempuan dari segala macam bentuk kekerasan. Karena itu, perempuan harus meningkatkan kewaspadaan di dunia maya.

Sepanjang tahun 2022 data pengaduan Kekerasan Siber Berbasis Gender (KSBG) di Komnas Perempuan lebih rendah 1.4 persen dibanding sebelumnya.

Jumlah kasus Siber di ranah personal sebanyak 821 kasus yang didominasi kekerasan seksual dan terbanyak dilakukan oleh mantan pacar (sebanyak 549 kasus) dan pacar (230 kasus).

Sementara kasus Siber di ranah publik terbanyak dilakukan oleh “teman media sosial” sebanyak 383 kasus.

Pada tahun ini, kasus pinjaman online meningkat sebanyak 225 persen (13 kasus) dibandingkan tahun sebelumnya (4 kasus).

Melihat data di atas, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) menggelar menggelar workshop KBGO yang digelar di 5 kawasan yaitu di Kota Medan, Pontianak, Surabaya, Sorong dan Manado.

Workshop KBGO di Kota Pontianak digelar FJPI Kalbar di 27-28 April 2024.

“Pemahaman tentang KBGO ini sangat penting terutama bagi jurnalis perempuan yang rentan terhadap KBGO. Sebab jika KBGO ini terjadi maka dampaknya sangat luas dan penanganannya juga harus dilakukan secara terintegrasi,” ungkap Ketua FJPI Kalbar Dina Prihatini Wardoyo.

Dijelaskannya pelatihan akan dilaksanakan secara tatap muka selama dua hari penuh dengan berbagai metode dan aktivitas pembelajaran.

“Peserta pelatihan merupakan jurnalis yang ada di Kota Pontianak dengan pemateri yang akan memberikan pemahaman tentang KBGO (urgensi KBGO, defenisi KBGO, jenis-jenis KBGO),” ujar Dina lagi.

Selain juga akan dipaparkan pemahaman tentang penanganan KBGO (pendekatan sosial, psikologis dan hukum)

“Termasuk peran dan strategi jurnalis dalam meliput KBGO,” urainya.

Penanganan KBGO dalam lingkup teknologi dan pemahaman terkait keamanan digital juga akan diberikan oleh peserta pelatihan yang akan dilaksanakan di Hotel Harris Pontianak.

“Pelatihan juga akan dibarengi dengan pameran foto dari jurnalis perempuan Kalbar dan juga anggota FJPI di Indonesia,” cetusnya.

Ditambahkannya selain pelatihan, FJPI Kalbar juga menggelar pameran foto yang merupakan karya jurnalis perempuan seperti Jessica Wuysang dari Antara dan Septa Haryati dari TVRI Pontianak.

“Ada 15 foto yang akan dipamerkan dan dibuka untuk umum dari 27 hingga 28 April di Harris Hotel Pontianak,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS