Samuel Ajak Masyarakat Landak Sukseskan Program Percepatan Penurunan Stunting
Landak (Suara Kalbar)- Pj Bupati Landak Samuel, salurkan sebanyak 69 paket makanan tambahan bergizi dan 69 paket telur ayam kepada balita stunting di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kamis (07/03/2024)
Bantuan itu disalurkan dalam kegiatan Rembuk Stunting Kecamatan dan Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku serta Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Landak Tahun 2024.
Samuel mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan di semua kecamatan di Kabupaten Landak. Setiap kecamatan akan dikunjungi dengan memberi makanan langsung sekaligus dilakukan rapat koordinasi (rakor) tim percepatan penurunan stunting.
“Sebelum-sebelumnya sudah ada gerakan serupa namun belum bisa terlaksana dengan maksimal. Oleh karena itu mulai sekarang akan dilakukan secara masif, kita semua bergerak dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat desa dan dusun,” kata Samuel.
Dikatakan Samuel, pemerintah memiliki kewajiban kepada generasi-generasi muda untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut karena sudah ada anggaran yang dialokasikan untuk memberikan makanan tambahan kepada anak-anak penderita stunting.
Pj. Bupati Landak itu juga menjelaskan bahwa program ini diperlukan kerjasama, kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. Diperlukan koordinasi dari desa dan dusun untuk dapat membantu, bersinergi, berkolaborasi dan bahu-membahu dalam mensukseskan program tersebut.
Samuel berpendapat jika semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan baik, dan jika dilakukan secara terus menerus, maka dalam waktu tiga bulan akan terjadi perubahan. Sementara itu pemeriksaan ibu hamil, dan pemeriksaan untuk calon pengantin dan lain juga sebagai penting dalam penanganan stunting.
“Memang kalau masalah tenaga pasti semua bilangnya terbatas, tetapi dengan tenaga yang ada di puskesmas-puskesmas, saya yakin bisa maksimal untuk membina dimulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu melahirkan,” tutur Samuel.
Ia juga mengatakan bahwa Kepala Desa dan Kepala Dusun memiliki tugas untuk membina langsung warganya agar bantuan yang diberikan benar-benar diperuntukkan kepada anak-anak yang menderita stunting. Selain itu perlu diberikan pemahaman kembali kepada keluarga-keluarga supaya sang anak dapat menerima asupan gizi yang baik.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






