Imigrasi Kapuas Hulu: Program Jemput Bola Pembuatan Paspor di Perbatasan RI-Malaysia
Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Kantor Imigrasi Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, telah meluncurkan program “jemput bola” untuk memberikan pelayanan pembuatan paspor kepada masyarakat yang berada di Kecamatan Badau, perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kepala Imigrasi Putussibau, Uray Aliandri, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan dokumen penting seperti paspor. Hal ini diharapkan dapat memungkinkan masyarakat untuk secara resmi melakukan perjalanan lintas batas negara.
“Dengan memberikan pelayanan langsung di perbatasan, kami berusaha memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memiliki dokumen penting yaitu paspor dengan harapan masyarakat bisa secara resmi keluar masuk di pintu batas negara,” katanya melansir dari ANTARA, Selasa (19/3/2024).
Uray mengatakan dalam program inovatif layanan pembuatan paspor di perbatasan salah satu tantangan adalah ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi, namun bisa diatasi dengan alat penguat signal.
Menurutnya, paspor sangat penting bagi masyarakat di perbatasan karena memang antara Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki ketergantungan dan satu daratan.
“Warga perbatasan sangat memerlukan paspor untuk memudahkan mereka keluar masuk Malaysia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan silahturahmi dengan kaum kerabat masyarakat di perbatasan,” katanya.
Uray memastikan agar masyarakat perbatasan tidak ada lagi yang tidak memiliki paspor, karena memang suatu kebutuhan apabila ingin berpergian ke negara tetangga dengan jalur yang resmi melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau.
Sementara itu, Camat Empanang Herman Goe mengatakan masyarakat daerah perbatasan sangat terbantu atas pelayanan jemput bola dari Imigrasi Putussibau.
“Warga kami di daerah perbatasan baik yang di Badau mau pun dari Empanang sangat antusias mengikuti pelayanan pembuatan paspor tersebut,” ucapnya.
Goe berharap kemudahan pembuatan paspor melalui program jemput bola itu dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat perbatasan bisa semuanya dengan mudah mendapatkan paspor.
“Karena jika tidak ada program jemput bola itu, masyarakat cukup jauh harus datang ke Putussibau tentunya memerlukan biaya yang cukup besar juga, jadi kami berharap kemudahan seperti ini terus dilakukan,” katanya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






