Telkom Resmi Luncurkan Satelit Merah Putih 2, Investasi Rp 3,5 Triliun

Roket Falcon 9 yang meluncur dari Cape Canaveral Florida sebagai wahana yang mengantarkan Satelit Merah Putih 2 menuju orbit pada Selasa 20 Februari 2024 waktu setempat. (Dok SpaceX/Istimewa)

Jakarta (Suara Kalbar)- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah resmi meluncurkan Satelit Merah Putih 2 dengan investasi sebesar Rp 3,5 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas layanan dan meningkatkan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. Satelit ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi berbagai segmen pasar.

Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa Satelit Merah Putih 2 memiliki perbedaan segmentasi pasar dibandingkan dengan Starlink. Dia menyebutkan bahwa Telkom telah menyesuaikan portofolio untuk kedua satelit tersebut.

“Starlink memiliki kapasitas yang lebih besar ketimbang Satelit Merah Putih 2, sehingga Starlink akan lebih fokus melayani pelanggan yang membutuhkan bandwidth besar di atas 100 megabyte,” ucapnya melansir dari Beritasatu.com, Kamis(22/2/2024).

Lebih lanjut, Lukman memaparkan bagi pelanggan  yang memerlukan bandwidth di bawah 25 megabyte per detik akan menjadi target pasar Satelit Merah Putih 2.

“Jadi, itu sudah masuk di dalam hitungan kami dan kami pikir strategi ini sudah cukup untuk membuat rencana bisnis kami tercapai baik dari sisi bisnis Starlink maupun bisnis Satelit Merah Putih 2,” ucap dia.

Diketahui, Satelit Merah Putih 2 yang dikembangkan TLKM bersama anak usahanya, Telkomsat memakan waktu pengerjaan sekitar dua tahun terhitung sejak akhir 2021.

Lukman menyebut investasi sebesar Rp 3,5 triliun itu untuk membiayai mulai dari total sistem sampai ground segmen. Nantinya, sebagian besar dari kapasitas satelit tersebut akan digunakan Telkom sebagai pengalur jaringan (backhaul).

“Jadi, sampai sekarang sudah cukup banyak vsat operator yang menyatakan keinginannya untuk menjadi customer kami dan sudah ada demand di antara mereka. Pada saatnya, kami umumkan ke media yang sudah siap untuk melakukan kontrak kami dalam waktu dekat,” ujar Lukman

Oleh sebab itu, Lukman berkeyakinan, rencana bisnis TLKM di industri satelit ini akan dapat ter-deliver dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Secara spesifik, segmen pelanggan yang akan menjadi sasaran utama dari kehadiran Satelit Merah Putih 2 ini adalah segmen wholesale dan enterprise.

“Perinciannya, wholesale itu meliputi vsat operator yang akan melakukan deselling terhadap kapasitas satelit dan mobile operator yang akan memanfaatkan satelit TLKM sebagai backhaul,” ucapnya.

Sementara dari segmen enterprise, Lukman melihat, adanya potensi besar dari para pelaku usaha di industri pertambangan (mining) terutama bagi mereka yang memiliki area yang tidak terjangkau oleh layanan terrestrial.

Selain pertambangan, potensi besar datang dari sektor maritim. Ia yakin segmen maritim akan selalu menjadi area pasar yang menjanjikan bagi bisnis satelit. Sebab, layanan terrestrial akan terbatas untuk masuk lebih jauh ke area maritim.

“Layanan terrestrial itu hanya mampu menjangkau maksimal 12-15 km dari bibir pantai dan sisanya menjadi area market bisnis satelit,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS