Pj Wako Pontianak Resmikan Puskesmas Siantan Hilir, Tingkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menandatangani prasasti menandai diresmikannya Gedung Puskesmas Siantan Hilir. SUARAKALBAR.CO.ID/Prokopim Pontianak

Pontianak (Suara Kalbar)- Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian, resmikan gedung Puskesmas Siantan Hilir yang berlokasi di Gang Teluk Sahang, Kecamatan Pontianak Utara, Sabtu (24/2/2024).

Menurut Samuel, sektor kesehatan menjadi salah satu capaian keberhasilan yang diraih Kota Pontianak. Hal itu dibuktikan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pontianak yang menyentuh nilai 81,63 di tahun 2023.

Puskesmas Siantan Hilir memiliki peran penting sebagai pusat pencegahan dan promosi kesehatan. Dilengkapi fasilitas dan tenaga medis, diharapkan puskesmas ini mampu memberikan layanan kesehatan yang yangd duhh SDM merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Mudah-mudahan kedua fungsi itu bisa kita optimalkan di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Dikatakan Samuel, kehadiran puskesmas ini juga mendukung mendukung program pengentasan stunting di wilayah tersebut. Sejalan dengan keberadaan posyandu sebagai pusat kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan yang menyelenggarakan berbagai program kesehatan, terutama bagi ibu dan anak.

Dalam hal pencegahan stunting, posyandu memberikan layanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan pertumbuhan anak, imunisasi, penyuluhan gizi, serta pemantauan kesehatan ibu hamil dan menyusui.

“Para orang tua juga diharapkan secara rutin melakukan penimbangan anak-anak balitanya ke posyandu supaya stunting, khususnya di Kelurahan Siantan Hilir ini semakin menurun,” pesan Ani.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko menambahkan kehadiran puskesmas ini ditujukan sebagai upaya pencegahan dan promosi kesehatan. Pencegahan dalam artian mencegah agar tidak banyak pasien yang diobati di rumah sakit. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan pelayanan puskesmas, maka diperlukan gedung yang representatif.

Ia menyebut, dari 23 puskesmas yang ada, 13 di antaranya perlu dibangun. Hal ini karena kondisi material bangunan masih ada yang terbuat dari kayu dan telah berusia 20 hingga 30 tahun. Bahkan ada dua puskesmas yang tidak bisa digunakan, yakni Puskesmas Tanjung Hulu dan Siantan Hilir.

Pihaknya pun berupaya terus melakukan pembangunan puskesmas agar lebih representatif. Selain bersumber dari APBD, upaya menggodok anggaran dari pemerintah pusat juga dilakukan.

“Alhamdulillah tahun 2024 ini kita dapat bantuan untuk pembangunan tiga puskesmas,” sebutnya.

Saptiko menjelaskan, Puskesmas Siantan Hilir dibangun di lokasi ini karena bangunan yang lama dibangun menjadi RSUD Pontianak Utara. Selama tiga tahun Puskesmas Siantan Hilir sempat menempati ruko sambil menunggu dibangunnya gedung baru yang diresmikan saat ini.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS