Ketapang Puncaki Angka Kemiskinan, Tertinggi di Kalbar

Ilustrasi kemiskinan. [HO-Suara Ketapang]

Ketapang (Suara Kalbar) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka kemiskinan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat mencapai 49 ribu orang, atau diangka 9,25 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2023.

Meski jumlah tersebut cenderung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, namun jumlah penduduk miskin di Ketapang menduduki peringkat pertama di Kalimantan Barat.

Jika dilihat dari persentase, angka kemiskinan Kabupaten Ketapang menduduki peringkat ketiga tertinggi di Kalbar setelah Kabupaten Melawi dan Kabupaten Landak.

Merujuk data BPS Kabupaten Ketapang, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran di bawah garis kemiskinan yakni sebesar Rp 539.108 per kapita per bulan di tahun 2023.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang kini tengah merumuskan Penyusunan Rencana Aksi Tahunan (RAT) Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Ketapang Tahun 2024.

“Upaya ini merupakan komitmen Pemda Ketapang untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di Kabupaten Ketapang, khususnya kemiskinan ekstrem,” ujar Asisten Sekda bidang Ekonomi dan Pembangunan, Syamsul Islami, pada acara lokakarya di sebuah hotel, pada Selasa (22/2/2024).

Dengan berbagi pengetahuan, pengalaman dan sumber daya yang ada, Pemerintah Kabupaten Ketapang yakin dapat menciptakan model yang komprehensif dan berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem di Kabupaten Ketapang.

“Model tersebut harus dapat membantu masyarakat dalam memperoleh akses ke pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang baik, pekerjaan yang layak, serta mendukung usaha ekonomi lokal yang ada di masyarakat,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS