Pemilu  

Hingga Kini Total 108 Petugas Pemilu Meninggal Dunia

Aparat kepolisian bersama petugas penyelenggara pemilu berjalan kaki menyeberangi sungai untuk mengantarkan kotak suara ke Dusun Belatung Desa Kareho Kecamatan Putussibau Selatan, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. ANTARA

Suara Kalbar– Hingga 22 Februari 2024 total ada sebanyak 108 petugas pemilu yang meninggal dunia. Para petugas pemilu itu tergabung dalam beberapa kelompok, seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan saksi.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, angka kematian petugas pemilu tersebut, yang dihitung sejak tanggal 10 Februari, mencakup 58 anggota KPPS, 20 anggota Linmas, 12 petugas, sembilan saksi, enam anggota Badan Pengawas Pemilu, serta tiga anggota Panitia Pemungutan Suara.

Adapun penyebab kematian tertinggi yaitu penyakit jantung (30), disusul dengan kecelakaan (9), hipertensi (9), dan syok septik (8).

Kemudian gangguan pernapasan akut (6), penyakit serebrovaskular (6), diabetes melitus (4), kematian jantung mendadak (2), kegagalan multiorgan (2). Yang lainnya yaitu asma, sesak nafas, dehidrasi, TB paru, penyakit ginjal kronis, masing-masing sebanyak satu kejadian. Penyebab kematian 27 orang masih tengah dikonfirmasi.

Kementerian Kesehatan juga menyatakan bahwa ada 14.364 petugas pemilu yang tengah dirawat, dengan kelompok yang paling banyak yaitu KPPS sebanyak 7.221 orang, petugas sebanyak 1.779 orang, dan PPS sebanyak 1.709 orang. Kemudian saksi 1.331, anggota Linmas 1.122 orang, anggota Bawaslu 693 orang, dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) 509 orang.

Dikutip dari Suara.com, para pasien tersebut dirawat karena mengidap berbagai penyakit, antara lain penyakit pada kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari; hipertensi; infeksi saluran pernafasan bagian atas akut; gangguan jaringan lunak; radang paru-paru, infeksi usus, dan penyakit telinga bagian dalam.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS