SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Bagi Tablet Tambah Darah di Sekolah Sebagai Upaya Cegah Stunting Ala Pemkot Pontianak

Bagi Tablet Tambah Darah di Sekolah Sebagai Upaya Cegah Stunting Ala Pemkot Pontianak

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyerahkan tablet tambah darah secara simbolis kepada seorang siswi SMPN 15 Pontianak Utara, Jumat (02/02/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/Kominfo Pontianak. 

Pontianak (Suara Kalbar)- Sebagai upaya pencegahan stunting, Dinas Kesehatan Kota Pontianak menggelontorkan program pembagian tablet tambah darah bagi siswi-siswi di sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak, Ani Sofian menjelaskan pembagian tablet tambah darah kepada para siswi ini penting dalam rangka mencegah anemia sekaligus meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh.

“Sehingga kelak ketika mereka menikah, anak-anak yang dilahirkan pun sehat dan tidak stunting,” ujarnya usai memberikan tablet tambah darah secara simbolis kepada siswi SMPN 15 Pontianak Utara, Jumat (2/2/2024).

Ani menerangkan, stunting merupakan kondisi ketika panjang atau tinggi badan seorang anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Bukan hanya semata kurang panjang maupun tinggi, tetapi tinggi badan seorang anak menunjukkan angka di bawah minus 2 Standar Deviasi (SD).

“Dapat dikatakan bahwa stunting adalah kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga tumbuh kembang mereka berbeda dengan teman-teman seusianya,” terangnya.

Selain pembagian tablet tambah darah, seluruh siswa-siswi SMPN 15 Pontianak Utara juga sarapan massal di halaman sekolah. Masing-masing siswa membawa bekal makanan sendiri lengkap dengan lauk pauknya.

Ani menilai, sarapan bersama di kalangan siswa ini sebagai aktivitas yang bagus dalam mencegah stunting karena mereka mendapat edukasi dalam memenuhi kebutuhan gizi yang baik bagi tubuh. Dengan sarapan bersama ini, mereka diharapkan terbiasa melakukannya setiap hari sebelum memulai aktivitas.

Penanganan stunting tidak hanya semata soal asupan makanan. Pencegahan stunting juga menyasar remaja putri yang sudah memasuki siklus menstruasi.

Sebab di usia remaja, mereka rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Remaja putri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia pada saat nanti sudah menikah dan hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungannya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan