Banjir Kapuas Hulu Surut, Tapi Bergeser ke Hilir Sungai Kapuas

Warga dan siswa SDN 03 Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan membersihkan lumpur usai dilanda banjir lebih dari dua pekan, sedangkan sejumlah kecamatan di pesisir Sungai Kapuas saat ini masih terendam banjir. (ANTARA)

Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Banjir yang melanda sejumlah daerah di hulu wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah surut. Namun, banjir kini bergeser ke sejumlah desa dan kecamatan yang berada di hilir bantaran Sungai Kapuas di wilayah tersebut.

Gunawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, mengungkapkan bahwa meskipun debit air di Kecamatan Putussibau Selatan dan Putussibau Utara sudah surut, beberapa daerah di pesisir sungai masih terendam akibat banjir kiriman dari hulu.

“Untuk Kecamatan Putussibau Selatan dan Putussibau Utara, debit air sudah surut, aktivitas warga kembali normal, justru di daerah pesisir sungai saat ini masih teredam karena banjir kiriman dari hulu,” katanya dilansir Antara, Selasa (23/1/2024).

Disampaikan Gunawan, debit air tinggi di daerah hilir pesisir Sungai Kapuas karena banjir kiriman akibat meluapnya air Sungai Kapuas di hulu.

Beberapa kecamatan yang masih terendam banjir yaitu, Kecamatan Embaloh Hilir, Bika, Bunut Hilir, Semitau, Suhaid, Jongkong, Selimbau, Silat Hilir termasuk sejumlah desa di kawasan Danau Sentarum Kecamatan Batang Lupar.

“Sejumlah bantuan sudah kami salurkan dan beberapa kecamatan masih proses pendistribusian,” katanya.

Sumber bantuan dari BNPB berupa sembako, makanan siap saji, terpal dan tenda pengungsian.

Selain itu ada juga beras cadangan pangan pemerintah dari Provinsi Kalimantan Barat yang didistribusikan melalui Bulog Putussibau.

“Kami minta masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi,” katanya.

Sementara itu, pantauan ANTARA, di Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan aktivitas masyarakat kembali normal setelah lebih dari dua pekan terendam banjir.

Selain lalu lintas kendaraan kembali normal, kegiatan belajar mengajar di SDN 03 Kedamin di daerah itu juga sudah normal seperti biasa.

“Lebih dari dua pekan kami menggunakan perahu sebagai alternatif untuk beraktivitas, namun saat ini banjir sudah surut, mudah-mudahan tidak terjadi banjir susulan,” kata Ketua RT 08 Teluk Barak Unggal Buyung.

Mewakili warga, Buyung juga menyampaikan terima kasih atas penyaluran bantuan baik dari pemerintah daerah maupun dari pihak Bank Syariah Indonesia di Putussibau.

“Kami berharap jembatan kayu yang menghubungkan ke SDN 03 Teluk Barak, pembangunannya dilanjutkan untuk memudahkan akses transportasi apabila jalan terendam banjir,” ucap Buyung.

Selain itu, warga Teluk Barak mendambakan peningkatan pembangunan jalan Kalimantan di Kedamin Hilir agar di tinggikan setara dengan jalan utama.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS