SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Pneumonia mycoplasma Bisa Jadi Pandemi Baru, Kenali Cara Penularannya

Pneumonia mycoplasma Bisa Jadi Pandemi Baru, Kenali Cara Penularannya

Ilustrasi pneumonia mycoplasma Minggu (10/12/2023). SUARAKALBAR.CO.ID/SUARA.COM

Suara Kalbar– Kasus pneumonia mycoplasma muncul di Indonesia. Kementerian Kesehatan tidak menutup kemungkinan terjadinya pandemi baru setelah adanya laporan wabah pneumonia mycoplasma di China dan Belanda.

Dilansir dari Suara.com, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu, mengonfirmasi adanya 6 kasus infeksi pneumonia mycoplasma pada anak di Indonesia.

Sebanyak 6 kasus itu terdeteksi di Jakarta, di mana semua kasus ditemukan di dua rumah sakit swasta yaitu RS Medistra Jakarta dan RS Ibu dan Anak JWCC. Namun saat ini semua kasus tersebut sudah dinyatakan sembuh.

Maxi menjabarkan, dari 6 kasus itu, semua pasien merupakan anak-anak dengan rentan usia 3 hingga 12 tahun. Pasien mengalami gejala batuk, hidung beringus, sakit kepala, hingga sesak ringan.

“Gejala awalnya sama seperti pneumonia pada umumnya, panas dan batuk, beringus, sakit tenggorokan, ada yang mulai terasa sesak,” kata Maxi.

Diketahui pneumonia mycoplasma atau mycoplasma pneumonia adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi ringan terhadap sistem pernapasan bawah, sehingga menyebabkan infeksi paru serius dan butuh perawatan di rumah sakit.

Penularan pneumonia mycoplasma yaitu ketika seseorang yang terinfeksi mengalami batuk atau bersin, maka kemungkinan besar mereka juga bisa menularkan penyakit kepada orang di sekitar melalui droplet.

Bahkan dalam beberapa kasus, bakteri ini kerap kali menyebar dari orang-orang yang tinggal serumah lantaran sering menghabiskan waktunya bersama.

Risiko Pandemi Baru

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Imran Pambudi, membenarkan bakteri seperti mycoplasma bisa memicu pandemi. Meski begitu risikonya jauh lebih kecil dibandingkan penyebaran penyakit oleh virus seperti SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Dibanding bakteri, umumnya virus lebih cepat menyebar dan menyebabkan gangguan hingga kerusakan sistem kekebalan tubuh, terlebih jika virus tersebut bisa memperbanyak diri di dalam tubuh.

“Jadi kita sampaikan penyakit ini tidak separah Covid-19. Tapi seperti kita ketahui memang pandemi itu lebih sering disebabkan virulensi (patogen penyebab kerusakan) itu tinggi,” jelasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan