OIKN Siapkan Rencana Nol Emisi Karbon

Arsip foto - Desain Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP Ibu Kota Negara Nusantara. ANTARA

Jakarta (Suara Kalbar)- Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, menegaskan bahwa model Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota dengan nol emisi karbon merupakan langkah bersejarah dan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain, baik di Indonesia maupun dalam komunitas internasional.

IKN telah menyiapkan dokumen Nusantara Regionally and Locally Determined Contribution (RLDC) sebagai peta jalan untuk mencapai nol emisi karbon atau net zero emission di wilayah IKN.

“Jadi sejarah ini adalah yang pertama karena Nusantara adalah kota yang pertama yang meluncurkan RLDC Nusantara dan diharapkan dengan adanya RLDC ini akan diikuti kota-kota lain di Indonesia dan bahkan menjadi rujukan kota lain di dunia,” kata Bambang melansir dari ANTARA, Minggu(3/12/2023).

Nol emisi karbon, kondisi di mana emisi yang dilepas sama dengan kemampuan penyimpanan, ditargetkan akan dicapai pada 2045 untuk wilayah IKN. Untuk itu, dalam dokumen itu difokuskan pada lima kategori yaitu kehutanan, agrikultur, energi, pengolahan sampah dan industri.

Selanjutnya, juga akan dilakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk mendorong tercapainya target iklim ibu kota baru Indonesia.

“Kami sendiri dibantu oleh Asian Development Bank (ADB) di dalam membuat studi ini dan juga nantinya kami akan bekerja sama dengan berbagai macam organisasi internasional di antaranya dengan PBB sehingga apa yang kami kerjakan ini menjadi referensi tidak hanya bagi kota-kota Indonesia tapi dunia,” jelasnya.

RLDC sendiri akan resmi diluncurkan di Paviliun Indonesia di COP28 di Dubai pada 3 Desember 2023. Di dalamnya terdapat target total emisi di Nusantara menjadi -1,1 juta ton karbon dioksida (MtCO2) pada tahun 2045 dan target yang lebih ambisius lainnya adalah emisi pada tahun 2045 dapat dikurangi lebih jauh lagi -1,6 MtCO2.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS