OIKN Maksimalkan Tenaga Kerja Lokal di Pembangunan IKN

Arsip foto - Desain Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP Ibu Kota Negara Nusantara. ANTARA
Jakarta (Suara Kalbar)- Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus berupaya maksimalkan pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia, yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pembangunan berdampak positif secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.Menurut Alimuddin, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, pelibatan tenaga kerja lokal secara maksimal terus dilakukan. Pemerintah pusat juga menjalankan program pelatihan kapasitas bagi tenaga kerja lokal guna meningkatkan produktivitas mereka dan mendukung proyek pembangunan Kota Nusantara.

“Pelibatan tenaga kerja lokal secara maksimal terus dilakukan,” ujarnya melansir dari ANTARA, Kamis(16/11/2023).

Pelatihan kapasitas tenaga kerja lokal yang produktif dilakukan pemerintah pusat untuk menunjang pelibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Kota Nusantara.

Tenaga kerja lokal yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi bisa dilibatkan dalam membangun IKN.

“Sertifikasi salah satu syarat bagi pekerja untuk diterima dan terlibat dalam pembangunan Kota Nusantara,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, tidak semua tenaga kerja lokal yang telah diberikan pelatihan dan memiliki sertifikasi terserap dalam pembangunan ibu kota tersebut.

Sejumlah tenaga kerja lokal tidak mau bekerja dalam pembangunan Kota Nusantara karena tidak cocok dengan gajinya, kata dia lagi. Kemudian sejumlah tenaga lokal yang telah diberikan pelatihan dan memiliki sertifikasi, ada memilih pekerjaan lain di luar dari pembangunan Kota Nusantara.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mencatat sebanyak 10.000 tenaga kerja terlibat pengerjaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah berjalan di IKN.

Dia menjelaskan, dari 10.000 tenaga kerja yang terserap itu, 30 persen atau 3.000 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal masyarakat Kalimantan Timur, termasuk tenaga kerja atau warga Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Sekitar 30 persen tenaga kerja lokal yang terserap dalam pembangunan Kota Nusantara itu yang mendapatkan pelatihan dan memiliki sertifikasi, kemudian 7.000 atau 70 persen pekerja lainnya berasal dari luar daerah Provinsi Kalimantan Timur,” demikian Alimuddin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS