Kalbar Fokus Pada Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Pontianak (Suara Kalbar)- Pejabat Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson, mengumumkan bahwa mereka telah melaksanakan arahan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi dampak situasi global dan berbagai tantangan. Arahan tersebut diberikan dalam pertemuan dengan para pejabat daerah di seluruh Indonesia.
Salah satu arahan yang diterima adalah mengendalikan inflasi dengan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di wilayah masing-masing. Harisson menekankan pentingnya memantau harga riil di pasar dan turun ke lapangan. Jika ada masalah, intervensi dan subsidi transportasi dapat dijalankan.
“Presiden Jokowi memberikan sejumlah arahan kepada para kepala daerah guna menghadapi dampak dari situasi dan berbagai tantangan global. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan dengan para penjabat kepala daerah se-Indonesia. Terkait hal tersebut, kami telah menjalankan amanat itu dengan menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah yang ada di Kalbar,” kata Harisson di Pontianak, melansir dari ANTARA, Sabtu(4/11/2023).
Ia mengajak kepada seluruh jajarannya untuk mengendalikan inflasi dengan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di daerah masing-masing.
“Kendalikan inflasi, jaga stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok utamanya. Pantau harga riil di pasar, turun ke lapangan. Jika ada masalah, lakukan intervensi seperti yang tadi saya sampaikan, subsidi angkutan bisa dilakukan,” ujarnya.
Harison menjelaskan Presiden Jokowi meminta para penjabat kepala daerah tetap waspada terhadap dampak El Nino, terutama terhadap penurunan produksi komoditas.
“Meskipun ini sudah mulai hujan, tetap perlu saya sampaikan waspadai potensi kebakaran. Masih kecil, segera selesaikan. Kalau kira-kira diperkirakan tidak mampu menyelesaikan, segera sampaikan ke BNPB Pusat,” katanya.
Ia menyebut sejumlah pesan lainnya dari Presiden yaitu reformasi birokrasi terutama terkait perizinan untuk investor, kemudian alokasikan anggaran daerah untuk stimulus ekonomi dan bantuan sosial kepada masyarakat, dukungan pemda terhadap program prioritas pemerintah pusat terkait penurunan kemiskinan ekstrem, pemberantasan stunting, dan hilirisasi industri.
Selain itu, lanjutnya, Presiden menekankan peran kepala daerah dalam mendukung kesuksesan Pemilu Serentak Tahun 2024, serta menjaga menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Harisson menyebut telah berhasil membawa Kalbar untuk keluar dari urutan sepuluh besar penyumbang Inflasi. “Sebelumnya Kalbar masuk 10 besar inflasi tertinggi di seluruh Indonesia. Alhamdulillah saya sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran terkait yang telah bekerja dengan maksimal. Intinya kita tidak boleh lelah sehingga sekarang kita sudah berhasil keluar, turun ke peringkat 18,” ucapnya.
Ia terus melakukan optimalisasi pengendalian inflasi melalui operasi pasar sesuai dengan diinstruksikan Irjen Kemendagri.
“Salah satu langkah yang kamia ambil untuk mengendalikan angka inflasi yaitu dengan turun langsung memantau operasi pasar. Kalaupun memang kita sudah turun ke pasar dan harganya masih cenderung naik, berarti operasi pasarnya mesti masif dan khususnya untuk komoditi beras akan kita tingkatkan lagi,” tuturnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






