Landak  

Sempat Dinyatakan Hilang, Seorang Nenek di Ngabang Ditemukan Meninggal Dunia

Sempat Dinyatakan Hilang, Seorang Nenek di Kecamatan Ngabang Ditemukan Meninggal Dunia.[SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Polsek Ngabang]

Landak (Suara Kalbar) – Dalam sepekan ini anggota tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Landak, TNI-Polri bersama relawan masyarakat, menyisir hutan di Pesayangan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, untuk mencari Fatimah (79) yang sepekan sudah dinyatakan hilang.

Untuk diketahui korban meninggalkan rumah Pada Hari Minggu, 22 Oktober 2023 sekitar Pukul 17.00 WIB.

Setelah Pukul 18.00 Wib dilakukan pencarian oleh warga disekitar kampung dan sungai bersama BPBD Landak anggota tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Landak, TNI/Polri bersama relawan masyarakat sampai dengan hari minggu, 29 Oktober 2023.

Pada Hari ke 7 tepat hari Minggu, 29 Oktober 2023 sekitar Pukul 22.10 Wib korban berhasil ditemukan berdasarkan informasi dari salah seorang warga yang mencium bau aroma busuk di bukit empiras sebelum Dusun Pesayangan, kemudian menginformasikan kepada warga lainnya dan pencarian pun dilakukan hingga korban berhasil ditemukan sekitar 200 meter dari jalan utama tidak jauh dari Sungai Landak sedangkan kondisi jenazah sudah dalam keadaan rusak.

Kapolres Landak Akbp I Yoman Budi Artawan, melalui Kapolsek Ngabang Kompol Wahyu Hartono mengatakan pihak dari keluarga sempat datang membuat laporan kepolisian.

“Memang benar ada salah satu pihak keluarga yang datang melapor beberapa hari sebelum ditemukannya Korban atas nama Fatimah (79) ke Polsek Ngabang dan diterima langsung oleh Bhabinkamtibmas Bripka Susanto Atung,”katanya, Senin (30/10/2023).

“Menurut keterangan Aliani anak dari Korban diduga hilang sejak Minggu (22/10) sore terakhir terlihat sekitar pukul 17.00 wib,”sambung Wahyu.

“Ibu biasanya memang berjalan sendiri mengelilingi kampung mengunjungi anaknya yang lain, ketika sore biasanya Ibu di jemput oleh cucunya atau anak saya,”kata Wahyu sambil menyampaikan perkataa  Aliani.

Hal itu yang membuat pihak keluarga panik dan mencari ke seluruh kampung dan bertanya setiap rumah mencari keberadaan ibunya.

“Akan tetapi kali ini agak berbeda Ibu saya Fatimah (79) pada saat mau dijemput di rumah abang saya sudah tidak ada ditempat hingga larut malam,”tambahnya.

Karena pihak keluarga menerima kematian korban murni meninggal dunia, maka jenazah Fatimah langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

“Untuk segera dimakamkan di Pemakaman Umum Dusun Pesayangan Pagi Ini Senin, (30/10/2023),” Tutup Wahyu Hartono.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS