Dinas Ketahanan Pangan Kalbar Menguatkan Pasar Tradisional untuk Pangan Aman
Pontianak (Suara Kalbar)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sedang memperkuat pasar tradisional untuk memastikan pasokan pangan yang segar dan aman bagi masyarakat. Mereka telah menggelar Sosialisasi dan Training of Trainer (ToT) untuk program Pasar Pangan Segar Aman (PAS Aman) yang melibatkan perwakilan pedagang pasar.
PAS Aman adalah program yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional dan dilaksanakan di 20 provinsi, termasuk Kalbar. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran pedagang, pengelola pasar, dan konsumen tentang pentingnya pangan yang aman dan berkualitas. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat sistem pengendalian internal dalam penanganan, penyimpanan, distribusi, dan penjualan pangan segar yang aman.
“Untuk memperkuat itu, kami menggelar Sosialisasi dan Training of Trainer (ToT) kegiatan Pasar Pangan Segar Aman (PAS Aman) dengan peserta di antaranya perwakilan pedagang pasar,” ujar Kepala DKP Provinsi Kalbar Herti Herawati, dalam keterangan dilansir, Minggu(8/10/2023).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan PAS Aman telah diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional dilaksanakan oleh 20 provinsi dan satu di antaranya Kalbar. PAS Aman Kalbar dialokasikan di Kota Pontianak. Penetapan kabupaten atau kota penerima PAS Aman berdasarkan jumlah registrasi PSAT PD-UK yang dihasilkan.
“Pasar tradisional yang direkomendasikan terutama pasar-pasar yang sudah mendapat intervensi dari instansi pemerintah lainnya. Pasar Kemuning, Kota Baru di Pontianak Selatan sebagai penerima manfaat kegiatan PAS Aman 2023 ini,” ujar dia.
Terkait ToT Pas Aman yang digelar, menurutnya lagi, untuk mempertegas dan sebagai upaya memperkuat sistem pengendalian internal dalam penanganan, penyimpanan, distribusi, dan penjualan pangan segar yang aman serta meningkatkan kesadaran pedagang, pengelola, dan konsumen atau masyarakat terhadap pasar tradisional dalam penyediaan pangan segar yang aman dan bermutu.
“Terpenting juga kami menyamakan persepsi dan pemahaman akan pentingnya PAS Aman, memperkuat sistem pengendalian internal dalam penanganan, penyimpanan, distribusi dan penjualan serta meningkatkan kesadaran pedagang, pengelola dan konsumen tentang keamanan pangan serta lainnya,” ujar dia lagi.
Ia berharap dengan kegiatan digelar terbangunnya pasar tradisional yang menerapkan standar operasional yang jelas dalam rangka pengawasan keamanan dan mutu pangan segar.
“Dengan hal itu ada jaminan keamanan pangan segar yang dijual di pasar tradisional,” kata dia pula.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






