Abdul Muis, Pemuda Visioner di Balik Pesantren Mu’inul Islam di Kubu Raya
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Seorang pemuda asal dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Abdul Muis, telah mendirikan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Mu’inul Islam di desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Pondok pesantren ini bermula dari musyawarah dan telah berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga pada konservasi alam.
Awal berdirinya Pondok Pesantren Mu’inul Islam ini bermula dari percakapan Abdul Muis bersama teman-teman alumni dari pondok pesantren Al-Fatah Tumburu Magetan, Jawa Timur. Mereka mendiskusikan berbagai lokasi yang dapat dijadikan pondok pesantren dan akhirnya memilih lokasi di Jeruju Besar. Lokasi ini dipilih karena jauh dari keramaian kota dan masih memiliki alam yang asli.
“Awalnya ada sekitar 7 lokasi yang ditawarkan ke kami, namu setelah hasil rundingan dan musyawarah kami memilih lokasi jerju besar ini , karna disini bisa dibilang jauh dari hiruk pikuk kota dan masih memiliki alam yang asli,” ucapnya kepada Suarakalbar.co.id, MInggu (22/10/2023).
Abdul Muis mendapatkan tanah wakaf seluas 2 hektar dari seorang wakif bernama Pak Juma’in, dan pada akhir tahun 2016, Pondok Pesantren Mu’inul Islam didirikan. Pada tahun pertama berdirinya, pondok pesantren ini memiliki 34 santri dari berbagai daerah. Saat ini, jumlah santri telah meningkat menjadi 223, terdiri dari 103 santriwati dan 120 santri.
Selain pendidikan agama, Pondok Pesantren Mu’inul Islam juga mengajarkan kreativitas kepada santrinya, terutama dalam sektor pertanian, perkebunan, budidaya arwana, dan madu kelulut. Abdul Muis telah berhasil dalam budidaya arwana dan sekarang memiliki sekitar 90 ekor.
“Jadi kita mau munculkan has Kalbar itu apa. Maka kami buatlah khas Kalbar ini adalah arwana. Maka kami coba dari awal kita bangun, kita sudah mulai beli bibit arwana. Dengan cara karantina sedikit-sedikit air kuburaya ini bisa enggak? Ternyata Alhamdulillah bisa dan bisa beranak di sini. Bisa banyak,” terangnya.
Selanjutnya, ia berencana untuk mencoba penyulingan minyak wangi dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar pondok pesantren, seperti bunga mawar dan melati.
“Insyaallah bulan depan kita akan mencoba untuk pembuatan penyulingan minyak gaharu, kita sudah punya alatnya kita tinggal melakukanya saja untuk mulai menyuling minyak wangi,ke depan dari SDA kita di Kalbar ini banyak kayu-kayu kita yang berwangi itu bisa diolah jadi minyak wangi kemudian di samping itu kita akan buat taman bunga bunga mawar, bunga melati bisa kita olah jadi minyak wangi nanti,” ucap Ketua Pondok Pesantren tersebut.
Pondok Pesantren Mu’inul Islam bertujuan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga peduli terhadap alam dan memiliki keterampilan dalam berbagai sektor ekonomi. Dengan pendekatan holistik seperti ini, pondok pesantren berperan dalam menghasilkan individu yang berkualitas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Dengan usaha dan semangat Abdul Muis, Pondok Pesantren Mu’inul Islam di Kalimantan Barat menjadi sebuah contoh bagaimana pendidikan agama dan konservasi alam dapat bersinergi untuk menciptakan generasi muda yang berpengaruh dan peduli terhadap masa depan lingkungan dan bangsa.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






