Jelai Hulu Ketapang Terendam Banjir, BPBD Kalbar: 243 KK dan Fasum Terdampak
Ketapang (Suara Kalbar) – Dusun Mekar Jaya, Desa Kesuma Jaya, Kabupaten Ketapang menjadi korban banjir hebat yang disebabkan oleh tingginya curah hujan belakangan ini. Pada Kamis (20/07/2023) sore, air Sungai Jelai meluap dan membanjiri wilayah tersebut, menyebabkan dampak serius bagi masyarakat setempat.
Menurut Ketua Satgas Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, cuaca yang masih berawan dan berpotensi hujan membuat diperkirakan air masih akan terus naik. Selain Desa Kesuma Jaya, banjir juga telah merendam Desa Karangdangin dan Pangkalan Suka, dan ada kemungkinan bahwa air dari dua desa tersebut tumpah ke Desa Kesuma Jaya dan Riam Danau Kanan. Bahkan, beberapa desa di bawahnya seperti Desa Tebing Berseri hingga Riam Kecamatan juga turut terdampak.
“Kemungkinan air dari dua desa tersebut tumpah ke desa Kusuma jaya dan Riam Danau Kanan juga tumpahan air sampai ke desa di bawah nya desa Tebing Berseri sampai ke Riam Kecamatan,” kata Daniel Sabtu (22/07/2023) pagi.
Akibat banjir ini, sebanyak 243 Kepala Keluarga dengan total 813 jiwa merasakan dampaknya. Jumlah rumah yang terendam mencapai 61 rumah, dan ada 194 rumah lain yang mengalami dampak dari banjir ini. Tinggi air di badan jalan berkisar antara 20cm hingga 180cm, sementara dalam rumah mencapai 10cm hingga 60cm.
“Ketinggian air di badan jalan 20cm-180 Cm sedangkan Dalam rumah 10cm-60 Cm,” imbuhnya.
Fasilitas umum di daerah tersebut juga tidak luput dari dampak banjir ini. Balai desa dan Masjid menjadi dua fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat terendamnya air. Untuk penanganan bencana ini, BPBD Kalimantan Barat telah berkoordinasi dengan BPBD Daerah dan upaya penanggulangan sedang dilakukan.
“Camat setempat sudah kita minta untuk berkoordinasi dengan PLN untuk memutuskan aliran listrik pada rumah yang terendam air supaya aman,” terangnya.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat yang terdampak untuk bersedia dievakuasi ke tempat yang lebih aman, terutama bagi anggota keluarga yang rentan seperti lansia, orang sakit, ibu hamil, balita, dan disabilitas. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka selama masa bencana ini.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






