Empat Jenis Kopi Wajib Kamu Ketahui, Mana yang Lebih Nikmat?

Empat Jenis Kopi Wajib Kamu Ketahui, Mana yang Lebih Nikmat?

Suara Kalbar – Kopi saat ini, sudah menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi, mulai dari anak muda hingga orang dewasa yang menjadikan kopi sebagai gaya hidup dan bahkan kebutuhan sehari-hari. Meskipun rasa pahit dari kopi tersebut tak dihiraukan oleh penikmatnya.

Menikmati secangkir kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam satu dekade terakhir. Alhasil coffee shop atau kafe selalu menjadi tempat favorit mereka. Sebaliknya, semakin hari makin banyak masyarakat yang meminumnya.

Setiap jenis kopi dapat dibedakan berdasarkan karakteristiknya, mulai dari rasa, bentuk, dan aromanya. Saat ini terdapat empat jenis kopi dengan karakteristik berbeda setiap jenisnya. Di kutip dari krjogja.com, simak tulisan berikut untuk mengenal berbagai jenis kopi dan karakteristiknya secara lebih mendalam :

1. Kopi Arabika

Jenis kopi ini menjadi yang paling banyak dikonsumsi dan jumlah produksinya menghasilkan sekitar 60% dari produksi kopi dunia. Kopi Arabika berasal dari dataran tinggi di Ethiopia dan pertama kali dibudidayakan di Yaman, jenis kopi ini bahkan mungkin menjadi biji kopi pertama yang pernah dikonsumsi.
Kopi Arabika mulai populer dan menyebar luas ke jazirah Arab pada abad ke-7. Proses penyebarannya inilah yang kemudian menjadi nama dari biji kopi yang berasal dari Ethiopia tersebut, yakni Arabika.

Karakteristik Kopi Arabika

Kopi Arabika memiliki cita rasa yang khas, seperti tingkat keasaman (acidity) yang lebih tinggi dibanding kopi jenis lain, tingkat tekstur (body) yang ringan, kadar kafein yang dua kali lebih rendah dibanding jenis Robusta, dan rasa serta aroma yang beragam (complex flavor). Karakteristik rasa dan aroma tersebut dipengaruhi oleh lingkungan di mana kopi di tanam.

Karena itu, kopi Arabika yang ditanam di Ethiopia akan memiliki rasa dan aroma yang berbeda dengan kopi Arabika yang ditanam di Indonesia. Biji Kopi Arabika dikenal sebagai jenis yang paling berkualitas tinggi dan memiliki proses perawatan yang lebih sulit. Faktor tersebut menyebabkan harga biji kopi Arabika lebih mahal

2. Kopi Robusta (Coffea caniphora)

Kopi Robusta menjadi jenis biji kopi terpopuler kedua yang paling banyak dikonsumsi dengan jumlah produksi sebanyak 40% dari produksi kopi dunia. Kopi Robusta berasal dari Afrika sub-Sahara yang tumbuh di dataran rendah. Saat ini sebagian besar kopi Robusta dibudidayakan di Afrika, Brasil, Indonesia, dan Vietnam. Nama Robusta konon berasal dari kata ‘robust’ yang berarti kuat. Hal tersebut mengacu pada tanaman kopi Robusta yang relatif lebih mudah ditanam dan tahan terhadap penyakit.
Karakteristik Kopi Robusta

Biji Kopi Robusta terkenal dengan rasanya yang pahit dan biasa digunakan sebagai bahan dasar kopi instan, espresso, dan untuk campuran kopi bubuk tertentu. Kopi Robusta memiliki cita rasa yang cenderung kuat dan khas, yakni rasa pahit dengan karakteristik rasa seperti kayu dan karet. Berbeda dengan jenis Arabika, kopi Robusta memiliki acidity yang lebih rendah, kadar kafein yang lebih tinggi, dan kadar gula yang jauh lebih rendah. Harga biji Robusta relatif lebih murah karena perawatannya yang mudah dan dapat menghasilkan banyak biji kopi dalam satu kali produksi.

3. Kopi Liberika (Coffea liberica)

Kopi Liberika berasal dari Afrika Barat yang tumbuh di dataran rendah. Namanya diambil dari nama tempat di mana biji kopi tersebut berasal, yaitu Liberia. Berbeda dari dua jenis biji kopi sebelumnya, spesies kopi Liberika tidak begitu populer, bahkan jumlah produksinya hanya menyumbang sekitar dua persen dari produksi kopi dunia.
Meski demikian, kopi Liberika pernah populer pada akhir abad ke-19. Pada saat itu, pertanian kopi dilanda oleh coffee rust, yaitu penyakit karat daun yang menyerang tanaman kopi Arabika dan menyebabkan gagal panen. Tanaman kopi Liberika kemudian menjadi penggantinya karena pada saat itu kopi adalah salah satu komoditas besar dunia. Filipina menjadi negara pertama yang memanen dan menjual biji kopi Liberika dalam jumlah yang sangat besar, bahkan menjadi satu-satunya pemasok sehingga nilai ekonomi negaranya bertumbuh pesat.
Setelah Filipina mendeklarasikan kemerdekaannya, AS memberlakukan sanksi ekonomi dan memutus pasokan ke Filipina. Hal tersebut menyebabkan harga biji kopi Liberika jatuh di pasar global karena tidak ada negara lain yang mampu meningkatkan dan menandingi jumlah produksi yang dihasilkan oleh Filipina.

Karakteristik Kopi Liberika

Kopi Liberika memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dari jenis kopi Arabika dan Robusta. Juga dikenal memiliki cita rasa yang kuat dan unik, yaitu profil rasa yang khas seperti rasa ‘smoky’ dan ‘woody’, bahkan beberapa orang mengatakan bahwa rasa kopi Liberika mirip dengan tembakau cair.

Kopi Liberika memiliki aroma yang terdiri dari bunga dan buah. Selain itu, biji kopi Liberika berukuran lebih besar dari yang lain dan merupakan satu-satunya biji kopi di dunia yang memiliki bentuk tidak beraturan (asimetris). Biji Kopi Liberika memiliki harga yang cukup mahal dan sulit untuk mendapatkannya, kecuali di negara penghasilnya karena tidak banyak negara yang membudidayakan tanaman kopi jenis ini.

4. Kopi Ekselsa (Coffea excelsa)

Kopi Ekselsa merupakan salah satu jenis kopi yang langka, jumlah produksinya hanya menyumbang sekitar tujuh persen dari produksi kopi dunia. Kopi Ekselsa berasal dari Afrika Tengah, tepatnya Chad dan baru pertama kali ditemukan pada tahun 1904. Pada awalnya tanaman kopi Ekselsa diklasifikasikan sebagai spesies tunggal. Namun, setelah diteliti lebih lanjut oleh seorang ahli botani asal Inggris, Aaron P. Davis, jenis kopi Ekselsa diklasifikasikan ulang sebagai anggota keluarga dari jenis Liberika.

Tanaman kopi Ekselsa tumbuh di wilayah sekitar danau Chad dan menjadi salah satu sumber pendapatan utama dari negara tersebut. Selain itu, Ekselsa juga dibudidayakan di Sierra Leone, Liberia, Republik Afrika Tengah, Vietnam, Filipina, dan Indonesia.
Karakteristik Kopi Ekselsa

Jenis kopi Ekselsa memiliki rasa yang cenderung seperti buah-buahan dengan karakteristik rasa asam, kuat, earthy, kepekatan yang lebih tinggi dibanding jenis lain, serta rasa yang aromatik. Biji kopi Ekselsa biasa digunakan sebagai campuran (coffee blends) yang berfungsi untuk menambah kompleksitas rasa (complex flavor) dalam kopi. Kopi Ekselsa memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis Robusta.

Keempat jenis kopi di atas jika dibagi berdasarkan varietasnya, khususnya yang ada di Indonesia, akan menghasilkan lebih banyak macam, seperti Kopi Aceh Gayo, Kopi Toraja, Kopi Papua Wamena, Kopi Bali Kintamani, Kopi Robusta Temanggung, dan masih banyak lagi. Varietas tersebut akan memiliki karakteristik rasa yang berbeda yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan di mana kopi ditanam.

Jadi, gimana? Kamu pasti pernah meminum salah satu dari keempat jenis kopi tersebut dan mengenal karakteristiknya, bukan? Jenis kopi mana yang lebih nikmat?

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS