SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Elon Musk Rilis xAI, Perusahaan AI dengan Potensi Memahami Keajaiban Alam Semesta

Elon Musk Rilis xAI, Perusahaan AI dengan Potensi Memahami Keajaiban Alam Semesta

Elon Musk, Chief Executive Officer SpaceX dan Tesla serta pemilik Twitter di pusat pameran Porte de Versailles di Paris, Prancis, 16 Juni 2023. (Foto: REUTERS/ Gonzalo Fuentes)

Suara Kalbar – Pernyataan menarik datang dari Elon Musk saat ia mengungkapkan tujuan perusahaan kecerdasan buatannya yang baru, xAI, yang bertujuan untuk “memahami alam semesta.”

Dalam sebuah percakapan audio yang berlangsung selama 90 menit melalui Twitter Spaces, sang miliarder secara mendalam membahas visi dan ambisi di balik xAI untuk pertama kalinya. Namun, dengan karakter kepribadiannya yang unik, Musk sering kali membelokkan pembicaraan ke berbagai topik menarik, meskipun tidak terkait langsung dengan teknologi AI yang sedang diungkapnya.

Meski begitu, fokus utama percakapan tetap pada xAI dan bagaimana perusahaan tersebut akan menjadi katalisator bagi pemahaman lebih dalam tentang alam semesta. Musk berbicara tentang potensi xAI dalam menerobos batas-batas pengetahuan manusia saat ini dan membawa kita lebih dekat pada misteri-misteri yang ada di luar sana.

Dalam upaya memperdalam pemahaman tentang alam semesta, Musk berkelakar bahwa misi xAI adalah “apa yang sebenarnya terjadi?”

Musk mengumumkan pendirian xAI pada Rabu (12/7) setelah menuding perusahaan-perusahaan yang berkecimpung di bidang AI, seperti OpenAI dan Google, mengembangkan teknologi tersebut tanpa mempertimbangkan risiko terhadap manusia.

OpenAI dan Google tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Dia mengatakan xAI akan berupaya membangun “AGI yang baik”, sebagai alternatif dari Microsoft, Google, dan OpenAI. AGI adalah singkatan dari kecerdasan umum buatan dan mengacu pada AI yang dapat menyelesaikan masalah seperti manusia.

Selama sesi Spaces, Musk mengatakan xAI akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang lain, yaitu Twitter dan Tesla.

Perusahaan akan menggunakan tweet publik untuk melatih model AI-nya dan juga dapat bekerja sama dengan Tesla untuk perangkat lunak AI.

Hubungan tersebut, kata Musk, akan “saling menguntungkan” dan dapat mempercepat pekerjaan Tesla dalam kemampuan swakemudi.

Dia juga menuduh semua perusahaan AI melatih model mereka menggunakan data Twitter dengan cara yang menurutnya ilegal.

Musk, yang mengadvokasi peraturan AI, mengatakan dia telah mendorong pertemuan dengan pejabat Gedung Putih dan menekankan pentingnya mengatur AI dalam pertemuannya baru-baru ini dengan pejabat tinggi pemerintah di China.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan