SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar UPPKA sebagai Pemberdayaan Keluarga Membentuk Usaha-Mikro

UPPKA sebagai Pemberdayaan Keluarga Membentuk Usaha-Mikro

Direktur pemberdayaan ekonomi keluarga BKKBN Pusat Ahmad Taufik saat memberikan materi yo sakurga kepada peserta melalui zoom meeting. SUARAKALBAR.CO.ID/Septa

Pontianak (Suara Kalbar) – Di tahun 2023 selain mendorong keluarga akseptor untuk membentuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK) disarankan juga menggandeng keluarga beresiko stunting untuk pengentasan angka stunting di setiap daerah.

Direktur pemberdayaan ekonomi keluarga BKKBN Pusat Ahmad Taufik mengatakan dengan keikutsertaan keluarga beresiko stunting dalam UPPK nantinya keluarga tersebut secara mandiri ekonominya turut terdorong karna memiliki penghasilan sehingga dapat memberikan makanan bergizi pada anak –anak.

“Melalui kelompok UPPK pula mendorong produksi seperti mengolah makanan lokal yang mengandung gizi yang baik seperti telur, lele atau sumber makanan yang berasal dari hewani,” kata Ahmad Taufik Senin (26/06/2023) siang.

Melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga diharapkan keluarga lain yang belum menggunakan akseptor dapat turut menggunakan akseptor sehingga tugas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) selain berwirausaha namun menjadi penyuluh KB dan juga menuntaskan keluarga beresiko stunting.

“UPPKA jangan eksis hanya ada monitoring namun tidak ada aksi ketika dilapangan,” terangnya.

Dirinya pun berpesan kepada penyuluh yang akan membentuk UPPKA harus melakukan riset terlebih dahulu apakah di lokasi tersebut memiliki keluargaa akseptor,keluarga calon akseptor, keluarga beresiko stunting agar program yang dilakukan tidak sia- sia.

“Tidak hanya itu cari juga keluarga yang sudah memiliki usaha kecil atau keahlian wirausaha karna bukan hanya membentuk kelompok wirausaha namun keberlangsunganya tetap terjaga,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan