SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Kisah Pelatih Atletik Mempawah yang Setia Tunggangi Motor Jadul Demi Prestasi Atlet

Kisah Pelatih Atletik Mempawah yang Setia Tunggangi Motor Jadul Demi Prestasi Atlet

Pelatih cabor Atletik PASI Mempawah Marsupandi di GOR Opu Daeng Manambon yang tengah menunggangi motor jadulnya Suzuki Jet Cooled RC 80, Senin (12/6/2023). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Pelatih Cabang Olahraga Atletik PASI Mempawah Kalimantan Barat Marsupandi dikenal flamboyan karena selalu mudah berkomunikasi dengan banyak orang.

Ia sedikit kritis, tapi punya rasa setia kawan yang tinggi. Kepedulian sosialnya juga membanggakan.

Selain itu, Marsupandi juga sosok pelatih atletik pekerja keras. Nyaris sebagian hidupnya dibaktikan untuk membangun olahraga atletik di Mempawah.

Uniknya lagi, ia paling setia untuk mengoleksi barang-barang antik atau jaman dulu (jadul). Misalnya keramik, uang kertas, uang koin, foto-foto dan lain sebagainya.

Di kediamannya Jalan Gusti M. Taufik Mempawah, barang-barang jadul itu tersimpan dan terawat dengan rapi.

Selain itu, salah satu tunggangannya ternyata juga motor jadul. Yakni Suzuki Jet Cooled RC 80 yang ngetop dipergunakan masyarakat pada tahun 1980-an.

“Alhamdulillah, motor ini selalu setia mendampingi saya hingga sekarang. Meski sudah berusia tua atau biasa disebut motor jadul, mesinnya aman-aman saja karena selalu dirawat dengan baik,” ujar pensiunan PNS dengan jabatan terakhir Kasi Pemerintahan Kelurahan Pedalaman Mempawah Timur ini, Senin (12/6/2023).

Menurut Marsupandi, motor ini sejak dulu menjadi kendaraan pribadinya untuk berangkat bekerja dan melatih atlet cabor atletik di Mempawah.

“Tak terhitung sudah atlet yang saya latih dengan sarana motor ini. Kisahnya tak akan terlupakan ya,” ucapnya seraya tertawa.

Motor Suzuki Jet Cooled ini, lanjutnya, mulai banyak dipergunakan masyarakat Mempawah pada tahun 1986-1992.

Seiring dengan kemajuan teknologi, motor jadul pun pelan-pelan tenggelam.

“Tapi bagi saya, motor ini tetap yang terbaik. Coba lihat, sekali start langsung tokcer,” ucapnya lagi.

Lalu bagaimana jika ada yang mau membeli motor antik miliknya itu?

Sebagai motor antik, Marsupandi mengakui sudah ada beberapa kolektor muda yang berniat untuk membelinya.

“Tapi saat itu saya masih sayang mau jual, tapi kalau sekarang ada yang menawar lagi, pasti saya jual,” ujarnya berpromosi.

Dan ternyata, Marsupandi punya niat mulia. Jika motor jadul itu laku dibeli kolektor, uangnya akan dipergunakan untuk memperbaiki lintasan atletik di GOR Opu Daeng Manambon Mempawah. Luar biasa!

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan