Operasi Pasar Tahap III Sebar 1.650 Paket Sembako di Singkawang

Operasi Pasar tahap III yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disdaginkop dan UKM) Kota Singkawang di Jalan Pasar Hulu, Komplek Terminal Bengkayang, Kamis (18/5/2023).[HO-MC SIngkawang]

Singkawang (Suara Kalbar)– Ratusan warga terlihat mengantre untuk mendapatkan paket sembako murah di Operasi Pasar tahap III yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disdaginkop dan UKM) Kota Singkawang di Jalan Pasar Hulu, Komplek Terminal Bengkayang, Kamis (18/5/2023).

Bahkan sebelum Operasi Pasar dimulai, sebagian warga sudah memadati antrean, meskipun harus rela berada dibawah terik sinar matahari. Warga hanya perlu memberikan foto copy KTP atau Kartu Keluarga untuk bisa mendapatkan paket murah sembako seharga Rp87.300 per paket.

Pada Operasi Pasar tahap III ini, Disdaginkop dan UKM Kota Singkawang menyediakan sebanyak 1.650 paket sembako murah. Yang terdiri dari tiga komoditi yaitu, beras tipe premium 5 kg, gula pasir premium 2 kg, dan minyak goreng premium 2 liter.

Kepala Disdaginkop dan UKM Kota Singkawang, Muslimin mengatakan tiga komoditi tersebut menjadi fokus dan perhatian pihaknya untuk menekan laju inflasi. Karena ketiga komoditi itu merupakan penyebab inflasi terbesar di Kota Singkawang.

“Tiga komoditi ini yaitu beras, gula pasir, dan minyak goreng merupakan penyebab inflasi terbesar di Kota Singkawang. Jadi pihak kami memang berfokus dan benar – benar memperhatikan ketiga komoditi ini, untuk menekan laju inflasi,” kata Muslimin, dalam keterangan tertulis diterima Suarakalbar.co.id, Sabtu(20/5/2023).

Menurutnya, Operasi Pasar tahap ketiga, lebih ramai jika dibandingkan dengan tahap kedua. Hal itu dipengaruhi oleh harga, dimana masyarakat mendapatkan harga paket yang sama dengan tahap kedua, namun pada kondisi dimana harga tiga komoditi tersebut sedang mengalami kenaikan harga dipasaran.

“Antusiasme warga pada Operasi Pasar tahap ketiga ini lebih ramai jika dibandingkan pada tahap kedua. Ini dipengaruhi oleh harga, yang mana masyarakat mendapatkan harga sama dengan harga paket di tahap kedua, namun dalam kondisi dimana harga tiga komoditi ini sedang mengalami kenaikan harga dipasaran,” ujarnya.

“Jadi harga paket pada tahap ketiga terhitung lebih murah dibandingkan harga pada tahap kedua,” tambahnya.

Ia menjelaskan, subsidi Operasi Pasar tahap kedua sebesar 30 persen dari nilai harga pasar, sedangkan di tahap ketiga, pihaknya memberikan subsidi 33 persen dari nilai harga pasar.

Ketika ditanya terkait kemungkinan adanya kelebihan paket di Operasi Pasar, Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk melakukan gelar Operasi Pasar di wilayahnya.

Ia menduga, kemungkinan sebagian besar warga, khususnya di Kecamatan Singkawang Timur tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut, dikarenakan kebanyakan diantara mereka yang berdomisili di tempat yang jauh dari lokasi Operasi Pasar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, untuk melakukan Operasi Pasar di wilayah Kecamatan,” ujarnya.

“Saya menduga, kemungkinan sebagian besar warga, khususnya di Singkawang Timur tidak bisa menghadiri Operasi Pasar kali ini, karena mereka banyak yang tinggal jauh dari lokasi Operasi Pasar,” dugaannya.

Oleh sebab itu, ia mendorong agar pihaknya mengover kelebihan paket sembako ke Wilayah Singkawang Timur, dan melaksanakan Operasi Pasar di lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Saya akan mendorong pihak saya untuk mengover kelebihan paket sembako ke wilayah Singkawang Timur, dan menggelar Operasi Pasar di lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS