Melihat Dua Tradisi ‘Perang’ di Sungai Sekadau, Perang Meriam Karbit dan Perang Bodel
Oleh: Gusti Eka
PERANG Meriam Karbit merupakan permainan rakyat yang telah menjadi tradisi bagi masyarakat Melayu di pesisir Sungai Sekadau. Meskipun Meriam karbit terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) milik Kota Pontianak tetapi tradisi ini tetap di wariskan dari generasi ke generasi di Kota Sekadau.
Di Sungai Sekadau, ada dua jenis karbit, karbit yang terbuat dari kayu dan terbuat dari drum yang di tanam di tanah di desa Tanjung. Tak tahu pasti kapan tepatnya tradisi ini pertama kali dimainkan, beberapa sumber lisan menyebut bahkan tradisi perang karbit sudah ada sejak masa lampau pada masa Kerajaan Sekadau. Hal ini diperkuat dengan keberadaan meriam-meriam besi yang berada di depan Keraton Kusuma Negara Sekadau.
Selain meriam karbit, ada satu lagi perang yang identik di Sungai Sekadau. Perang bodel, sejenis meriam kecil yang terbuat dari kaleng. Dahulunya bodel di Sekadau terbuat dari bambu betung yang melimpah di sepanjang Sungai Sekadau, kemudian ketika bambu susah dicari dan bertranformasilah menjadi kaleng. Perang ini biasanya dilakukan di sungai sambil berperahu, sama seperti karbit, bodel juga mengandalkan bunyi, tapi jika meriam karbit menggunakan bahan karbit sebagai bahan bakarnya, bodel menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakarnya.
Meriam karbit dan Bodel selalu di mainkan pada bulan suci ramadhan, hal ini erat kaitannya dengan kewajiban umat muslim untuk berpuasa. Perang melawan hawa nafsu lebih berat dari perang fisik melawan musuh seperti dalam sebuah riwayat. Nilai-nilai inilah yang kemudian erat kaitannya bagi tradisi permainan rakyat perang meriam karbit dan Bodel di Sungai Sekadau ketika malam takbiran.
Perang Meriam Karbit dan Perang Bodel menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Sekadau. Tak hanya unik karena dentumannya yang menggelegar, kedua tradisi ini menjadi menarik karena tak lepas dari keberadaan sungai sekadau dalam lanskap Kota Sekadau. Muara Sungai Sekadau masuk dalam 3 wilayah desa : Desa Mungguk dan Desa Sungai Ringin satu daratan dan Desa Tanjung berada di seberang sungai.
Tak heran tiap malam takbiran masyarakat Kota Sekadau berbondong-bondong memenuhi jalan di pesisir Sungai Sekadau untuk menyaksikan aksi-aksi dari para pemain, unjuk bunyi siapa karbit yang paling menggelegar. Dan perang bodel sendiri beberapa tahun terakhir selalu dimainkan pada sore hari yang dilakukan pada hari ke-2 sampai ke-5 di Sungai Sekadau.
Dahulu perang bodel dimainkan pada malam takbiran di tengah sungai. Tradisi perang ini tak pernah sepi peminat, banyak masyarakat menantikan perang ini ketika lebaran tiba karena selalu ada banyak atraksi, dan drama-drama diantara pemainnya yang berperang dengan bodel dari jarak dekat bahkan biasanya selalu ada perahu yang tenggelam.
Namun kedua tradisi permainan rakyat di Sungai Sekadau tersebut terancam tergerus zaman, eksistensinya memang terdengar sunyi dibandingkan bunyi meriam karbit dan bodel yang menggelegar. Tak hanya karena bahan baku kayu dan kaleng yang memang susah di cari, tapi kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam mendorong dan menjadikan tradisi perang ini untuk di kemas menjadi festival dan agenda pariwisata unggulan Kabupaten Sekadau. Padahal kedua tradisi perang di sungai sekadau ini sangat berpotensi untuk dijadikan objek wisata dan bisa mendorong ekonomi kerakyatan masyarakat pesisir Sungai Sekadau.
Tetapi ada ataupun tanpa festival, tradisi dan budaya Perang Meriam Karbit dan Perang Bodel di Sungai Sekadau seharusnya akan terus ada sampai tak lekang oleh zaman, suara-suaranya akan menggelegar dari generasi ke generasi. Mengutip Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ketika menyulut Meriam Karbit di Pontianak tahun lalu.
“Mudah-mudahan meletupkan semangat kita untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Sekalipun tahun ini akan diselenggarakan dalam bentuk Festival Meriam Karbit patut ditunggu ditahun-tahun berikutnya, apakah masih konsisten? Karena sudah hampir 8 tahun tak pernah ada festival meriam karbit? Semoga letupan bodel dan karbit di sungai Sekadau tahun ini bisa memicu letupan-letupan untuk Sekadau yang jauh lebih baik dan jauh lebih maju. ***
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





