Toleransi itu Indah, Pemuda Tionghoa di Mempawah Permak Taman Penuh Nuansa Ramadhan

Foto bersama Komunitas Rajawali Muda Mempawah (RMM) dan Satu Periok di Taman Aulia Rubini Pasar Mempawah yang disulap menjadi taman bernuansa Ramadhan 1444 H sehingga menjadi ikon toleransi beragama di Mempawah, Selasa (21/3/2023). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Mempawah adalah ibukota kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.

Jangan tanya soal toleransi beragama di kota yang berjuluk Bumi Galaherang ini.

Bahkan salah satu desanya yakni Semudun dinobatkan Kementerian Agama RI sebagai salah satu wilayah paling toleransi di Indonesia.

Bukti lainnya adalah ketika para pemuda Tionghoa bahu-membahu dengan rekan-rekan sesama muslim untuk menyulap Taman Aulia Rubini menjadi taman bernuansa Islami menjelang Ramadhan sejak beberapa minggu lalu.

Pada Selasa (21/3/2023) malam, Taman Aulia Rubini di Pasar Mempawah kini terlihat semarak dan indah.

Begitu masuk taman, kita akan disambut parade lampion bercirikan Islami tergantung di berbagai sudut. Belum lagi lampu hias lainnya. Sangat sedap dipandang mata.

Sementara di bagian belakang, ada artifasial atau replika kubah masjid yang mempertegas suasana indahnya Ramadhan di Mempawah.

Inisiasi memperindah taman menjadi nuansa Islami ini dicetuskan oleh para pemuda Tionghoa yang tergabung Rajawali Muda Mempawah (RMM).

Nah untuk mewujudkan konsep mempercantik taman, RMM bekerjasama dengan para pemuda muslim yang tergabung Komunitas Satu Periok Mempawah.

Selain itu, dukungan juga datang dari warga Mempawah di perantauan, yaitu Perkumpulan Keluarga Besar (Perkabem).

Kepada SUARAKALBAR.CO.ID, Penasehat Satu Periok Gusti Dudung Agus Suharto mengaku takjub dengan kondisi taman yang kini terlihat cantik bernuansa Islami.

“Rasanya seperti sudah ramadhan, meski puasa jalani Kamis nanti. Terima kasih RMM yang telah bekerja keras menghidupkan suasana ramadhan melalui karya mereka membangun artifisial masjid di Taman Aulia Rubini,” ucap pria yang akrab disapa Haji Dudung ini.

Menurutnya, inisiasi RMM ini merupakan bukti bahwa toleransi di Mempawah bukan hal yang semu.

“Toleransi umat beragama di Mempawah sudah lama ada, dan sikap saling memahami ini lahir dari hati, serta bukan karena kepentingan sesaat,” jelas dia.

Selaku bagian dari masyarakat Mempawah, Haji Dudung mengaku sangat tersentuh atas kerja keras RMM.

“Sekali lagi terima kasih kepada rekan-rekan RMM, khususnya rekan kami Slamet, selaku tokoh pemuda Tionghoa yang selalu punya ide-ide kreatif di Mempawah,” imbuh Haji Dudung.

Di tempat yang sama, Penongkol Satu Periok lainnya, Gatot Plastik, turut merasa bangga atas keikhlasan rekan-rekannya di Rajawali Muda Mempawah yang telah menghadirkan suasana Ramadhan di Taman Aulia Rubini Mempawah.

“Insya Allah, RMM juga akan mewujudkan lima kubah di taman ini. Yang merupakan makna dari hadist Nabi Muhamad SAW “lima perkara sebelum lima perkara”,” jelas Gatot.

Senada dengan Haji Dudung, mewakili masyarakat Mempawah dan juga komunitas Satu Periok ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada RMM dan Perkabem Mempawah.

“Mari kita jaga dan pelihara keindahan Taman Aulia Rubini yang kini sudah kental dengan suasana Ramadhan,” ajak Gatot Plastik.

Koordinator Humas, Keanggotaan, Perencanaan, dan Program Rajawali Muda Mempawah, Slamet, menjelaskan konsep mempercantik Taman Aulia Rubini merupakan salah satu program RMM di tiap hari besar keagamaan.

“Sebelumnya, kami juga membangun replika budaya Tionghoa pada perayaan Imlek kemarin. Saat ini, menjelang bulan suci Ramadhan, kami membangun replika bangunan kubah masjid agar taman ini bercitrakan Islami,” jelasnya.

Upaya mempercantik taman Taman Aulia Rubini dilaksanakan RMM hampir 3 minggu lalu. Konsepnya disusun oleh tim desainer yang dipimpin Tole.

“Sedangkan untuk mematangkan konsep artifisial ramadhan, RMM dibantu rekan kami Komunitas Satu Periok,” ujar yang didampingi pengurus RMM, Mulyanka.

Terlaksana program ini, lanjut Slamet, tak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk Camat Mempawah Hilir Ismayuda Imran, Bidang Pertamanan Dishub-LH Mempawah, serta Perkabem Mempawah di perantauan.

“Semoga apa yang kami persembahkan bermanfaat bagi semua. Ini lah wujud kepedulian kami (RMM) terhadap rekan-rekan maupun masyarakat muslim di Mempawah yang akan menjalani ibadah puasa Ramadhan 1444 H,” tegas Slamet.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS