SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Dinas Kesehatan Sulteng: Penanganan Demam Keong Perlu Keterlibatan Lintas Sektor

Dinas Kesehatan Sulteng: Penanganan Demam Keong Perlu Keterlibatan Lintas Sektor

Kemasan botol obat Praziquantel yang berisi seribu tablet ditampilkan dalam kegiatan pengobatan penyakit schistosomiasis di Puskesmas Maholo, Lore Timur, pada 11 Februari 2023 (Foto:VOA/Yoanes Litha)

Suara Kalbar – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam penanganan ratusan lokasi fokus keong yang menjadi sumber penularan penyakit schistosomiasis di wilayah dataran tinggi Napu, Bada dan Lindu di Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dokter I Komang Adi Sudjendra, mengungkapkan dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menangani penyakit Schistosomiasis atau demam keong. Keterlibatan semua pihak dibutuhkan utamanya untuk melakukan rekayasa lingkungan di lokasi fokus keong, serta mengendalikan jumlah telur cacing di alam, yang berasal dari tinja hewan liar seperti tikus, dan hewan ternak mamalia seperti sapi dan kerbau yang tidak dikandangkan.

Telur cacing yang menetas di air tawar yang tergenang, akan kembali memasuki hospes perantara yaitu siput atau keong oncomelania hupensis lindoensis, yang merupakan hewan endemik di Sulawesi Tengah.

“Untuk memberantas semua itu perlu (keterlibatan) lintas sektor terkait, dari (dinas) peternakan untuk urusan hewannya,… jadi kalau ada daerah rawa-rawa itu dia alirkan supaya lancar, nah itu melibatkan instansi lainnya misalnya PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) supaya irigasi pengairan, kalau lahan-lahan kosong, lahan-lahan yang potensi untuk terjadinya pertumbuhan keong itu dibuka oleh Dinas Pertanian” kata I Komang Adi Sudjendra, pada Sabtu (11/2), ketika ditemui VOA di Puskesmas Maholo, Lore Timur.

Untuk Berantas Demam Keong, Kemenkes Fokus Pada Pencegahan

Menurut catatan dinas kesehatan setempat, sebanyak 257 warga masyarakat di Kabupaten Poso dan Sigi terinfeksi penyakit tersebut pada tahun 2022.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan