Guru Agama Katolik Meninggal Dunia, Mempawah Peduli Kembali Berduka
Mempawah (Suara Kalbar) – Kabar duka kembali datang dari Mempawah Peduli, himpunan komunitas muda yang aktif bergerak di bidang sosial dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.
Seorang pasien dalam pendampingan mereka, Juliana Tetet, meninggal dunia pada Senin (28/11/2022) dinihari.
Hery Sumantri, Kepala SDN 2 Sadaniang, mengungkapkan, semasa hidupnya mendiang Juliana Tetet adalah seorang guru mata pelajaran Agama Katolik di SDN 2 Sadaniang, Kabupaten Mempawah.
“Namun belakangan, kondisi mendiang ibu Juliana Tetet memburuk karena penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya,” ungkap Hery.
Meski pihak keluarga dan teman-temannya telah berupaya, namun Tuhan yang menentukan takdir.
Pada Senin (28/11/2022) dinihari, Juliana Tetet pun menghembuskan nafas terakhirnya.
“Kami sebagai rekan sangat merasa kehilangan atas kepergian Ibu Juliana Tetet. Kepada para siswa dan alumni SDN 2 Sadaniang, mohon dimaafkan jika ada kata dan perbuatan yang kurang berkenan selama ini dari mendiang,” imbuh Hery.
Ia juga menyampaikan permohonan doa dan dukungan kepada pihak keluarga dan rekan yang ditinggalkan.
Di tempat yang sama, Ajeng Kartini, rekan kerja mendiang terlihat turut berduka. Ajeng termasuk rekan yang kerap mendampingi Juliana Tetet saat menjalani perawatan.
Dijelaskannya, atas persetujuan Ketua Mempawah Peduli, Alex Candra, pihaknya selama beberapa waktu intens untuk mendampingi Juliana Tetet di rumah sakit.
“Kini semua sudah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa yang lebih sayang beliau,” ujar Ajeng yang juga atlet Selam peraih dua emas di Porprov XIII Kalbar ini.
Ajeng mengatakan, Tim Mempawah Peduli turut menyampaikan duka mendalam atas kembali kehilangan pasien dalam pendampingan mereka.
“Masih banyak pasien yang saat ini kita dampingi dan semua terkendala dana. Semoga semua bantuan Pemkab Mempawah segera cair untuk melanjutkan pengobatan pasien-pasien pendampingan kita,” tutup Ajeng.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






