PPNI Kalbar Gelar Rakerwil dan TOT Terintegrasi, Perawat Diajak Sukseskan Booster Kedua
Pontianak (Suara Kalbar) – Ketua Umum DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah, mengajak seluruh perawat di Kalimantan Barat untuk ikut menyukseskan dan mengikuti program booster kedua yang dicanangkan pemerintah.
Hal itu disampaikan Harif Fadhillah kepada awak media usai membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Training of Trainer (TOT) Terintegrasi yang digelar DPW PPNI Kalimantan Barat di Ball Room Mercure Hotel Pontianak, Jumat (12/8/2022) malam.
Menurut Harif, untuk mempermudah pelaksanaan program ini, pemerintah tentunya telah mempersiapkan vaksin yang diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.
“Para tenaga kesehatan punya resiko yang lebih besar dibandingkan masyarakat umum. Maka, program ini dicanangkan untuk memberikan perlindungan ganda bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat yang jumlahnya paling banyak,” ujar Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.
Program vaksinasi booster kedua, tambah dia, dilatarbelakangi tingginya jumlah tenaga kesehatan yang wafat saat melaksanakan tugas kemanusiaan selama pandemi COVID-19.
“Tercatat 717 nakes yang gugur semasa pandemi. Jadi booster kedua adalah sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada seluruh nakes,” tegasnya.
Harif Fadhillah selanjutnya mengapresiasi Rakerwil dan TOT Terintegrasi yang digelar DPW PPNI Kalimantan Barat.
Ia mengungkapkan, Rakerwil ini merupakan salah satu upaya konsolidasi, serta membahas progres/perkembangan organisasi sejak musyawarah wilayah yang lalu, serta sebagai bentuk evaluasi capaian program kerja setiap tahunnya.
Sebab di PPNI, ada mekanisme program kerja yang diturunkan di tingkat nasional ke provinsi dan kabupaten/kota, sehingga perlu diketahui sejauh mana dilaksanakan, apa kendalanya, dan merumuskan program unggulan sesuai kondisi daerah masing-masing.
Harif selanjutnya mengajak seluruh perawat di Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam bekerja sesuai dengan keilmuan dan teknologi yang dimiliki.
“Perawat telah dianggap sebagai profesi yang mulia, maka tunjukkan lah kemuliaan itu dengan melayani manusia sebagai manusia. Nah, nilai-nilai kemanusiaan itu lah yang harus selalu dipegang para perawat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPNI Kalimantan Barat, Haryanto, memaparkan, jumlah perawat yang ada di Kalbar setidaknya di atas 11 ribuan orang yang tersebar di 14 kabupaten/kota, dengan kondisi geografis beragam.
Jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat, maka tenaga perawat di Kalbar punya kesenjangan yang sangat jauh.
DPP PPNI, lanjut dia, memiliki program unggulan satu desa satu perawat (one village one nurse) yang pelaksanaannya perlu dukungan masing-masing kabupaten, karena keterkaitan anggaran.
Ia berharap, dari Rakerwil dan TOT DPW PPNI Kalbar ini dapat memperkuat konsolidasi, termasuk mengevaluasi hasil musyawarah nasional hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Di Rakerwil ini juga kita rencanakan untuk mengangkat berbagai isu kearifan lokal, terutama permasalahan kesehatan yang ada di masing-masing wilayah,” tegas Haryanto.
Dengan demikian, serangkaian program kerja dari komisariat, DPD PPNI, DPW PPNI hingga ke pusat akan berkesinambungan.
Rakerwil dan TOT Terintegrasi DPW PPNI Kalbar ini turut dihadiri pengurus DPP dan DPD PPNI 14 kabupaten/kota. Kegiatan berlangsung tiga hari, mulai 12-14 Agustus 2022.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






