SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau Kabinda Kalbar Hadiri Rakor Kewaspadaan Dini di Sanggau

Kabinda Kalbar Hadiri Rakor Kewaspadaan Dini di Sanggau

Rakor Kewaspadaan Dini yang dilaksanakan di ruang musyawarah lantai 1 Kantor Bupati Sanggau.

Sanggau (Suara Kalbar)- Badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau menggelar rapat koordinasi (Rakor) kewaspadaan dini dengan tema ‘peran komunikasi publik media sosial sebagai upaya cegah konflik menghadapi tahun politik’ di ruang musyawarah lantai satu kantor Bupati Sanggau, Rabu (31/8/2022).

Rakor yang dipimpin langsung Bupati Sanggau Paolus Hadi juga dihadiri Kepala BIN Daerah Kalimantan Barat, Brigjend Pol Rudi Tranggono, Kepala Kesbangpol Provinasi Kalimantan Barat, Hermanus, Forkompimda Sanggau,

Sekda Sanggau Kukuh Triyatmaka, Kepala OPD Sanggau, FKUB, partai politik, ormas, OKP dan tokoh masyarakat, media dan undangan lainnya.

Kepala BIN Daerah Kalimantan Barat, Brigjend Pol Rudi Tranggono mengatakan dalam rangka menghadapi dinamika tahun politik yang tidak lama lagi akan digelar dirinya menyambut baik dilaksanakamnya rakor ini.

“Beberapa tantangan dan dinamika serta gangguan yang berpotensi mengganggu situasi politik tahun 2024 mendatang, termasuk bagaimana pengaruhnya dengan kondisi di luar negeri saat ini. Tentunya kita berharap situasi di Kalimantan Barat bisa aman, tentram sehingga kita bisa melaksanakan denokrasi dengan baik,” ungkapnya.

Rudi Tranggono menyampaikan bahwa Kalimantan Barat pernah memiliki sejarah buram tentang konflik horisontal tetapi tahun 2022 Kalimantan Barat juga mendapat predikat Provinsi paling toleran.

“Bahkan beberapa Kabupaten/Kota diberikan penghargaan sebagai Kabupaten/Kota paling toleran Kita ingin mengawal ini agar predikat ini dapat terus kita pertahankan,” harapnya.

Kabinda melanjutkan, politik identitas itu sah-sah saja, lumrah saja dalam demokrasi, namun tidak dibenarkan melakukan provokasi.

“Kita harus tanamkan bahwa ini kampung kita, bukan tempat orang lain dan harus kita jaga, barulah kita berdemokrasi tanpa caci maki, menikmati pesta demokrasi dengan hal-hal yang baik,”harapnya.

Sementara itu, Bupati Sanggau Paolis Hadi menyampaikan pentingnya rakor ini digelar untuk mengetahui suara-suara dimasyarakat soal ancaman dan potensi konflik menjelang Pemilu 2024.

“Kalau kita memahami mars kota Sanggau saya yakin tidak ada masalah. Karena kita ini semuanya adalah pasak Sanggau. Kalau pasak itu ducabut hancurlah kita, tapi kalau pasak itu kokoh maka kuatlah kita. Yang jadi pertanyaan maukah kita yang merupakan pasak sanggau ini dicabut tanyanya, Tentulah kita semua tidak mau,” kata Paolus Hadi.

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan