SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Kejati Kalbar Selenggarakan Sunat Gratis dan Operasi Katarak Bagi Warga Kurang Mampu

Kejati Kalbar Selenggarakan Sunat Gratis dan Operasi Katarak Bagi Warga Kurang Mampu

Kejati Kalbar selenggarakan operasi katarak dan sunat gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kantor Kejati Kalbar, Jumat (17/6/2022). SUARAKALBAR.CO.ID/ Septa

Pontianak (Suara Kalbar) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat menyelenggarakan operasi katarak dan sunat massal secara gratis untuk anak-anak yang kurang mampu di Kota Pontianak yang diselenggarakan di Kantor Kejati Kalbar, Jumat (17/6/2022) pagi.

Jumlah peserta operasi katarak dan sunat massal yang diselenggarakan Kejati Kalimantan Barat sebanyak 97 warga kurang mampu.

“Sebanyak 92 warga yang terdaftar itu akan mengikuti operasi katarak di RSUD Sudarso Pontianak, sedangkan untuk anak yang mengikuti sunat masal ada sekitar 373 anak. Kami berharap semoga semuanya lancar,” ujar Masyhudi.

Masyhudi pun turut memberikan rasa terimakasih yang tinggi kepada stakholder lain yang turut berkontribusi menyumbangkan sedikit rejeki bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Saya juga berterimakasih kepada teman- teman yang telah memberikan sedikit rejeki bagi warga yang kurang mampu. Untuk warga nya sendiri tidak hanya dari Pontianak namun ada pula dari luar,” katanya.

Dirinya melihat, memang masih banyak masyarakat yang membutuhkan terlebih untuk penyakit katarak, yang menjadi penyebab kebutaan.

“Dari data untuk penyakit katarak memang sangat tinggi, melihat dari antusias warga yang mendaftar namun dikarenakan keterbatasan tenaga medis dan alat kami harus membatasi masyarakat yang kita bantu,” jelasnya.

Kajati pun berharap kedepanya tidak hanya penyakit katarak saja , namun pihaknya juga menginginkan operasi bibir sumbing dapat dilakukan kepada anak – anak kurang mampu yang membutuhkan operasi tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harry Agung menyambut baik adanya operasi bagi masyarakat kurang mampu ini, mengingat memang masih banyak masyarakat yang membutuhkan kegiatan seperti ini.

“Dalam hal medis, kedua hal tersebut sangat penting seperti sunat guna mencegah penyakit kedepannya, semakin muda dalam melakukan sunat sebenarnya lebih baik agar mengurangi resiko,” katanya.

Harry membenarkan jika penyakit katarak adalah penyumbang kebutaan tertinggi, sehingga harus segera diperiksakan jika memang mulai mengalami gangguan penglihatan. “Sekitar 81 persen lebih penyebab gangguan penglihatan adalah katarak dan penyumbang kebutaan juga dari katarak, dan ini yang harus segera disadari dan diperhatikan, sehingga dapat segera mengunjungi fasyankes terdekat,” jelasnya.

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan