Ormas Islam Sanggau Safari Ramadan ke Semarangkai
Sanggau (Suara Kalbar) – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam Kabupaten Sanggau menggelar Safari Ramadan ke Desa Semerangkai Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu (17/4/2022) sore.
Diantara organisasi kemasyarakatan pada kegiatan itu yakni diantaranya ketua DMI, Ketua ICMI, Ketua PHBI, Baznas, LPTQ, MABM, PD Muhammadiyah dan PC NU.
Ketua Rombongan H. Ahmad Syaukani yang juga Ketua PHBI Kabupaten Sanggau mengatakan pelaksanaan Safari Ramadan ini dalam rangka memanjangkan silaturahmi kita sebagai saudara semuslim.
“Terutama masyarkat di jalur sungai yang jarang di kunjungi oleh penceramah. Maka kami melaksanakan kegiatan ini setelah kita mengurangi berkumpul karena pandemi Covid-19. Alhamdulillah Dusun Mapai, Desa Semarangkai, Kecamatan Kapuas ini telah memiliki masjid yang cukup besar semoga dapat menampung jamaah dalam rangka kegiatan keagamaan dan dapat mensyiarkan Islam di Desa Semerangkai ini,” ujar H Ahmad Syaukani.
Dia menjelaskan masjid di Dusun Mapai ini merupakan kunjungan ketujuh ke wilayah Kabupaten Sanggau yang dilaksanakan ormas Islam dalam rangka Safari Ramadan. Setelah sebelumnya Safari Ramadhan juga dilaksakan di Masjid Parindu, Sekayam, Balai, Kembayan, Inggis Mukok, Beduai.
Sementara itu Ketua Masjid Al-Huda Dusun Mapai H. Daud Syukur menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan Safari Ramadan karena baru kali ini masjid disini menerima kedatangan rombongan Ormas Islam se-Kabupaten Sanggau.
“Mari masyarakat mendengarkan dan menyimak dan mengamalkan kemudian menyampaikan saudara kita di Desa Semerangkai Dusun Mapai apa yang disampaikan oleh penceramah,” katanya.
Penceramah dalam Safari Ramadan tersebut Johansyah menyampaikan bulan Ramadan mempunyai seribu kebaikan seribu kemuliaan.”Maka kita akan ingin setiap bulan adalah bulan Ramadan. Setiap kebaikan yang kita lakukan pada bulan Ramadhan maka akan menerima pahala dari Allah yang berlipat ganda. Puasa ramadhan adalah pahala yang langsung dibalas oleh Allah SWT salah satunya bahkan dihapuskan dosa-dosa oleh Allah SWT. Puasa tetap harus tetap melaksanakan salat,” jelasnya.
Ia menjelaskan jika puasa tidak salat, melakulan kebaikan tidak salat maka tidak akan diterima oleh Allah.“Karena salatlah yang membedakan orang Islam dan orang kafir. Karena salat adalah tiang agama. Salat adalah kunci utama dalam hidup kita. Diutamakan bapak-bapk atau laki-laki untuk salat berjamaah,” katanya.
Menurutnya kebaikan-kebaikan bulan puasa, doa kita akan di ijabah oleh Allah SWT.“Dimana terdapat dalam Al-Baqarah 186. Dan dalam salat juga terdapat doa dimulai dari takbiratul ikhram hingga salam. Seperti duduk diantara dua sujud. Doa tidak di ijabah oleh Allah karena kita tidak khusuk dalam salat. Al fatehah adalah umul kitab. Didalam Surat Al fatihah adalah merupakan doa kepada Allah SWT,” jelasnya.
Johansyah mengatakan ada orang tidak salat banyak harta tinggi kedudukan itu adalah istidraj.“Salat untuk mencegah kegiatan keji dan munkar. Jika hidup di dunia tidak salat, berbuat keji dan munkar maka segeralah untuk bertobat dan melakulan segala amal saleh. Semoga tobat kita diterima oleh Allah SWT, dan kembali kepada Allah dalam khusnul khotimah,” katanya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata berupa Al-Qur’an dari Masjid Agung Al-Muawwanah Sanggau dan penyerahan bantuan dari rombongan berupa dua unit kipas angin.






