Minimnya Fasyankes ODGJ Berdampak BOR di Atas 80 Persen
Pontianak (Suara Kalbar) – Fasilitas pelayanan kesehatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih kurang di Kalimantan Barat, sehingga berdampak pada Bed Occupancy Rate (BOR) RSJ diatas 80 persen.
“Perawatan bagi pasien ODGJ memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan bisa menahun hal ini tidak sebanding dengan fasilitas kesehatan yang ada, terlebih kita hanya memiliki satu rumah sakit, tentu hal ini berdampak pada BOR rumahsakit yang diatas 80 persen,” ujar Kadis Kesehatan Kalbar Hary Agung.
Hary agung menilai adanya maka dari itu peningkatan pelayanan kesehatan bagi ODGJ di Rumah Sakit Jiwa Singkawang sangat diperlukan,baik penambahan tempat tidur atau perluasan gedung.
“Beberapa waktu lalu pak Gubernur sudah mengungkapkan jika peningkatan pelayanan kesehatan bagi ODGJ di Rumah Sakit Jiwa Singkawang sangat diperlukan, kami berharap hal tersebut segera terealisasi agar memudahkan para tenaga kesehatan melakukan perawatan intensif,” jelasnya.
Sementara itu fasyankes di Kota Pontianak menurut Hary hanya diperuntukan bagi pelayanan kedaruratan psikiatri, sehingga untuk perawatan dipusatkan ke Singkawang.






