SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Dunia AS Jajaki Pemulihan Persetujuan Migrasi dengan Kuba

AS Jajaki Pemulihan Persetujuan Migrasi dengan Kuba

Menteri Pertahanan Panamanian Juan Manuel Pino Forero dan Menlu AS Antony Blinken di KTT Tingkat Menteri tentang Migrasi di Panama City, Panama, 20 April 2022. (Foto:VOA)

Suara Kalbar – AS akan mempertimbangkan kemungkinan memulihkan persetujuan migrasi dengan Kuba, menurut pejabat senior menjelang perundingan AS-Kuba minggu ini seputar isu migrasi.

“Kami memiliki persetujuan migrasi dengan Kuba selama bertahun-tahun. Persetujuan itu tidak diteruskan, dan kami akan menjajaki kemungkinan melanjutkannya,” kata Menteri Keamanan Dalam negeri Alejandro Mayorkas Rabu dalam sebuah konferensi pers di Panama.

“Ini adalah cerminan dari komitmen kami pada jalur sah, tertib, dan manusiawi sehingga orang-orang, termasuk warga Kuba, tidak menyeberang lautan, misalnya, yang merupakan perjalanan berbahaya dan luar biasa,” tambahnya dia.

Pejabat AS mengatakan, mereka melihat peningkatan signifikan dari migran Kuba yang tidak terdokumentasi menuju ke AS, baik lewat rute darat maupun laut.

Warga Kuba kini merupakan kelompok kedua terbesar yang tiba di perbatasan AS-Meksiko.

Kuba mengatakan, sanksi yang diberlakukan oleh pemerintah AS dan keputusan sebelumnya untuk menutup konsuler AS di Havana adalah alasan meningkatnya migran Kuba yang ilegal ini.

Pada Maret lalu, Washington mengatakan, pihaknya sudah melanjutkan proses visa secara terbatas untuk warga Kuba, guna memfasilitasi kontak diplomatik dan kontak dengan masyarakat di sana, serta juga penyatuan keluarga.

Kedutaan AS di Havana telah mulai proses visa imigrasi secara terbatas. Konsuler AS akan terus menyediakan layanan warganegara Amerika yang penting dan pengolahan visa non-imigran darurat dan terbatas.

Kedutaan AS di Georgetown, Guyana akan tetap menjadi lokasi utama untuk pendaftar visa imigran Kuba.

Mayorkas dan Menlu AS Antony Blinken berada di Panama untuk menghadiri sebuah KTT yang dihadiri lebih dari 20 negara guna membahas migrasi dan isu kawasan lainnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan