SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau Warga Keluhkan Air Sungai Keruh, Polsek Beduai Amankan Satu Unit Mesin PETI

Warga Keluhkan Air Sungai Keruh, Polsek Beduai Amankan Satu Unit Mesin PETI

Satu unit mesin Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Kayan diamankan Polsek Beduai, Kamis (20/1/2022). SUARAKALBAR.CO.ID / Agus Alfian

Sanggau (Suara Kalbar)- Petugas Polsek Beduai amankan satu unit lanting Penambang Emas Tanpa izin (PETI) di Sungai Kayan Dusun Pemodis Desa Tangraya Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau.

“Warga beberapa waktu lalu mengeluhkan air Kayan berwarna keruh dampak aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di pehuluan,” ujar Kapolsek Beduai AKP Eeng Suwenda, Kamis (20/1/2022).

Dijelaskan Eeng Suwenda, aktivitas PETI di Kecamatan Beduai sebelumnya tidak ada. Namun pada tiga hari lalu warga mengeluhkan kondisi Sungai Kayan berubah warna keruh sehingga tidak bisa digunakan masyarakat.

“Warga juga memberikan informasi ada kurang lebih tiga unit mesin dongpeng yang digunakan untuk menambang emas di Sungai Kayan,” katanya.

Berbekal informasi masyarakat Mapolsek Beduai bersama Koramil Beduai dan perangkat desa menyisir lokasi Sungai Kayan ke pehuluan.

Kondisi jalan perkebunan sawit yang licin kurang lebih 10 kilometer dari kota Kecamatan Beduai. Setelah melakukan penyisiran hanya ditemukan satu unit mesin dongpeng, tidak ada ditemukan aktivitas lainnya.

“Pelaku peti tidak ditemukan dilanting yang digunakan untuk menambang secara ilegal itu.Pelaku kabur sebelum petugas sampai di lokasi yang bisa dikatakan cukup jauh di pehuluan sungai Kayan,” jelas Eeng Suwenda.

Eeng mengakui sukar untuk mendatangi lokasi tersebut dengan kendaraan roda dua, dimana hujan deras menyebabkan jalan semakin licin. Untuk mendatangi lokasi PETI, aparat kepolisian bersama TNI mesti berjalan kaki kurang lebih tiga jam.

“Mesin dan lanting untuk melakukan aktivitas peti sudan di berikan garis polisi, diduga kuat pelaku peti tersebut bukan orang dari Kecamatan Beduai,” ucap Eeng Suwenda.

Kapolsek Beduai AKP Eeng Suwenda menegaskan tidak berhenti untuk menindak pelaku PETI. Razia akan terus dilakukan bersama perangkat desa di wilayah Kecamatan Beduai.

“Mesin Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dibongkar untuk mencegah digunakan kembali, sedangkan pelaku PETI masih dalam pencarian,” katanya.

 

Komentar
Bagikan:

Iklan