Kerja Praktek di Usaha Hasan Colection Untuk Skill dan Pengetahuan
Bengkayang (Suara Kalbar) – Pelaksanaan Kerja Praktek (KP) yang di lakukan oleh mahasiswa Prodi Manajemen Institut Shanti Bhuana yang bekerjasama dengan ILO SCORE berkontribusi terhadap perkembangan usaha UMKM yang ada di Kabupaten Bengkayang khususnya di UMKM Hasan Colection.
“Untuk berinteraksi dengan orang lain sangatlah sulit pada masa pandemi Covid-19 saat ini karena kita harus selalu waspada dan ketat dalam prokes. Namun dengan demikian Institut Shanti Bhuana tetap melakukan program Kerja Praktek (KP) yang dijalankan oleh kami selaku mahasiswa program studi manajemen yang ada pada semester 7,” ujar Isna Kristiani Seorang Mahasiswi Semester VII Institut Shanti Bhuana Bengkayang, Kamis (20/1/2021)
Menurut Isna, hal ini dilakukan oleh Institut Shanti Bhuana bertujuan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, Oleh karena itu Kerja Praktek ini diadakan untuk membantu pengusaha UMKM yang ada di Bengkayang ini.
Institut Shanti Bhuana memberikan pembekalan Kerja Praktek (PK) terlebih dahulu kepada Mahasiswa Prodi Manajemen semester 7.“Agar kami memiliki gambaran apa yang harus mereka lakukan selama menjalankan program tersebut,” katanya.
Ia mengatakan Program Kerja Praktek (KP) ini dilakukan pada usaha UMKM yang ada di Bengkayang salah satunya yaitu Hasan Colection yang terletak di pasar belakang atau yang sering disebut dengan pasar los (tempat terbuka tanpa ada dinding), karena ini merupakan bentuk dari visi dan misi Institut Shanti Bhuana.
Tujuan adanya kerja praktek pada UMKM Hasan Colection ini yaitu untuk membuat usaha tersebut dapat berkembang dan lebih dikenali oleh masyarakat luas,” ucap Mahasiswa Semester VII ISB lainnya Chandra.
Hasan Colection merupakan usaha UMKM yang menjual berbagai macam perlengkapan aksesoris seperti anting-anting, kalung, gelang, ikat rambut, jepit rambut, kacamata, masker, kaos kaki, ikat pinggang, tas, pakaian, dompet pria dan wanita, dan masih banyak lagi aksesoris yang bisa dijumpai disana.
Usaha ini dijalankan oleh Pak Iswandi Nurdin sejak tahun 2018, usaha ini jalankan sendiri tanpa ada karyawan yang membantu disini pak Iswandi Nurdin merupakan pemilik usaha sekaligus yang menjalankan usaha.
Dengan adanya Kerja Praktek (KP) yang diadakan oleh Institut Shanti Bhuana dan ILO SCHORE dan melalui pembekalan Kerja Praktek yang sudah diberikan oleh dosen kepada mahasiswa, maka mahasiswa yang melakukan Kerja Praktek (KP) pada usaha Hasan Colection ini sudah memiliki pengetahuan dan gambaran apa yang harus dilakukan ketika turun kelapangan, adapun pengetahuan dan gambaran yang didapatkan yaitu melalui modul-modul yang sudah di ajarkan sebelumnya.
Pada pendampingan Kerja Praktek (KP) ini maha siswa diminta untuk kritis dan tanggap mengenai permasalahan yang ada pada UMKM yang didampinginya masing-masing salahsatunya pada usaha UMKM Hasan Colection.
Kerja Praktek (KP) yang dilakukan oleh Mahasiswa Prodi Manajemen semester 7 Institut Shanti Bhuana pada UMKM Hasan Colection berjalan dengan baik dan dilakukan sesuai dengan arahan pada saat mengikuti pembekalan yang diberikan oleh dosen.
Disini mahasiswa terlebih dahulu melakukan pendekatan kemudian mencari masalah apa yang dialami oleh usaha Hasan Colection, kemudian mahasiswa memberikan edukasi atau sosialisasi kepada pemilik usaha mengenai modul-modul apa yang akan diterapkan pada usaha Hasan Colection ini sebelum menerapkan modul apa yang akan diterapkan pada usaha tersebut.
Dengan skil dan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa dengan cepat mengetahui permasalahan yang ada pada usaha Hasan Colection ini.
Usaha ini berjualan aksesoris yang berada ditempat terbuka dan barang dagangannya pun harus melakukan bongkar pasang setiap harinya, sehingga disini sudah sangat jelas sekali permasalahan yang dialami yaitu: kurangnya kebersihan yang pada lokasi tempat berjualan, peralatan yang digunaka (kursi, meja dan box), barang dagangan dihingapi debu sehingga debu menempel dimana-mana, kurang rapinya peletakan barang dagangan yang dijual sehingga membuat barang dagangan menjadi tercampur, kurangnya pematuhan protokol kesehatan Covid-19, dan kurangnya promosi.
Untuk menanggapi permasalahan-permasalahan yang ada tersebut mahasiswa memilih menerapkan modul yang sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh usaha Hasan Colection tersebut, modul yang diterapkan yaitu modul 5S dan tata letak, modul K3 dan Hygine, dan modul promosi.
Ketiga modul tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengatasi permasalahan tersebut selama melakukan Kerja Praktek (KP). Disini mahasiswa mengajak pemilik usaha untuk bersama-sama menjaga kebersihan tempak jualan, peralatan yang digunakan ketika berjualan, membersihkan barang dagangan dari debu dan merapikan atau menata barang dagangan sesuai dengan jenisnya, melakukan promosi menggunakan Googel MAP, dan tidak lupa juga memberi saran dan sosialisasi betapa pentingnya dalam memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja kepada pemilik usaha Hasan Colection terutama penerapan protokol kesehatan untuk tetap terus menggunakan masker, menjaga jarak dan menggunakan hand sanitaize dimasa pandemi Covid-19 saat ini.
Nah, Semua modul yang diterapkan berjalan dengan baik dan diikuti oleh pemilik usaha Hasan Colection, disini sangat terlihat sekali kerjasama yang dilakukan oleh pihak Institut Shanti Bhuana yaitu mahasiswa yang melakukan Kerja Praktek (KP) dengan Mitra Usaha yaitu Hasan Colection, yang dimana pihak Mitra dapat menerima dan menjalankan dengan baik semua modul dan masukan yang disarankan oleh Mahasiswa,” ucap Chandra.
Disini, Sambung Chandra usaha Hasan Colection memiliki dampak yang luar biasa karena mengalami perubahan yang terjadi selama adanya pendampingan Kerja Peaktek (KP) yang dilakukan oleh Mahasiswa Prodi Manajemen semester 7 Institut Shanti Bhuana yang bekerjasama juga dengan ILO SCHORE sehingga membuat usaha UMKM ini memiliki kemajuan dan dapat berkembang meskipun secara bertahap namun dampak pendampingan Kerja Praktek (KP) ini sangat dirasakan oleh pemilik usaha Hasan Colection,” pungkasnya
Penulis : Kurnadi





