SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Target 100 Persen Vaksinasi Pelajar Tercapai Akhir Tahun di Sekayam

Target 100 Persen Vaksinasi Pelajar Tercapai Akhir Tahun di Sekayam

Teks foto;Pelajar diperbatasan jalani screening sebelum diberikan vaksinasi Covid-19. SUARAKALBAR.CO.ID/Agus Alfian

Sekayam (Suara Kalbar) – Gencar lakukan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat untuk memulihkan pendidikan diperbatasan Indonesia dengan Malaysia.

“Kami selaku orangtua murid tentu sangat mendukung vaksinasi Covid-19 yang diberikan kepada pelajar diperbatasan. Kalau semua murid divaksinasi, kami juga lebih tenang mengizinkan anak kami mengikuti pembelajaran tatap muka,” kata Yusmadi, salah satu orangtua siswa,Kamis (16/12/2021)

Pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah diberlakukan di perbatasan sejak bulan Juli lalu bahkan hingga di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. Namun tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk dalam pengaturan jumlah maksimal dan jadwal murid mengikuti pembelajaran tatap muka.

Pemerintah Kabupaten Sanggau dibantu sejumlah pihak seperti Polri, TNI, Kadin, BIN, partai politik dan lainnya terus melakukan vaksinasi COVID-19, baik untuk dosis pertama maupun kedua didaerah perbatasan khususnya untuk pelajar.

Vaksinasi di kalangan pelajar terus digencarkan dengan sistem jemput bola ke sekolah. Upaya ini juga disambut antusias pelajar, dan orangtua.

Sementara itu Ketua PGRI Kecamatan Sekayam, Joko Priyanto mengatakan sampai saat ini progress vaksinasi Covid-19 bagi pelajar sudah mencapai 90 persen tinggal beberapa siswa dan guru yang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

“Semua sekolah yang ada diperbatasan sudah disasar tim vaksinasi dari pusat kesehatan masyarakat dengan sistim jemput bola. Ada bebera tenaga pendidik yang belum bisa divaksin karena memiliki riwayat penyakit tertentu, sedangkan pelajar hampir semuanya sudah divaksin,” ujar Joko Priyanto.

Dia mengakui sebelumnya memang ada kehawatiran dari kalangan orangtua terkait vaksinasi Covid-19 dimana banyak hoax atau berita yang tidak benar jika habis vaksin bisa sakit dan sebagainya. Setelah dilakukan edukasi kepada orangtua diperbatasan, mereka setuju untuk mengizinkan anaknya untuk diberikan vaksinasi Covid-19.

Gencarnya vaksinasi diharapkan mampu membentuk “herd immunity” atau kekebalan kelompok, termasuk di dunia pendidikan. Harapannya proses belajar dan mengajar bisa kembali dilaksanakan secara normal seiring terus menurunnya kasus COVID-19.

Joko Priyanto mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan di bidang pendidikan. Selain menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas, upaya kini diperkuat dengan vaksinasi terhadap guru dan pelajar.

“Dengan vaksinasi ini kami berharap kekebalan tubuh siswa semakin tinggi sehingga bisa menangkal berbagai penyakit menular. Kami juga berharap siswa semakin bersemangat mengikuti pelajaran, tentunya protokol kesehatan tetap dijalankan,” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan