SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Angka Stunting Kalbar Menjadi 29 Persen

Angka Stunting Kalbar Menjadi 29 Persen

Sumber foto : Kemenkes RI

Pontianak (Suara Kalbar)- Menurut data Kementrian Kesehatan RI pada 2019 angka terpapar stunting di Kalbar berada di 31 persen, namun pada 2021 Kalbar dapat menurunkan angka stunting menjadi 29 persen. Hal ini menjadi sebuah prestasi meski prosentasenye belum terlalu signifikan.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Tenny Soriton mengatakan hal ini akan menjadi evaluasi bagi pemerintah terkait yang ada dalam program penyelsaian permasalahn stunting.

“Kira- kira apa yang menjadi permasalahan penurunan stunting ini masih rendah nanti akan kita bahas bersama pihak terkait, dan ini tentu menjadi pekerjaan kita karna jika dilihat tiap kabupaten masih sangat bervariasi,” ujar Tenny.

Menurut Tenny kolaborasi dan kerjasama juga harus dilakukan terkait bagaimana data tersebut dapat di pelajari untuk mengambil langkah selanjutnya.Mengingat hasil survey ini merata di setiap daerah di kalbar.

“Survey nya merata di daerah yang ada kalbar diatas 20 persen, jadi ini menjadi bahan evaluasi kita untuk berkolaborasi mencari pemecahan permasalahan ini,bersama Pemerintah Daerah dan Provinsi” paparnya.

Tenny mengatakan angka kemiskinan juga berpengaruh terhadap stunting, yaitu dari segi pola asuh dan gizi yang kurang memadai menyebabkan bayi tersebut harus menderita stunting.

“Bukan hanya faktor kesehatan yang mejadi penyebab stunting namun ada juga faktor lingkungan,faktor pangan. Jika ingin menurunkan angka stunting kita juga harus menurunkan angka kemiskinan karna bagaimana mereka memberikan gizi yang baik jika masih hidup dalam garis kemiskinan,” tambahnya.

Masih ditemukanya stunting di Kalbar menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah, terkait sosialisasi bahaya stunting pada masyarakat.untuk angka stunting tertinggi di Kalbar BKKBN mencatat Ketapang Sintang, Kapuas Hulu , dan Melawi. Sedangkan yang rendah yakni Kubu Raya dan Pontianak.

Komentar
Bagikan:

Iklan