SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Penakluk King Kobra, Kisah Lendra Ariady di Mempawah Hadapi Semburan dan Gigitan Berbahaya

Penakluk King Kobra, Kisah Lendra Ariady di Mempawah Hadapi Semburan dan Gigitan Berbahaya

MAMAT RESCUE. Aksi Lendra Ariady atau Mamat Rescue ketika sedang berinteraksi dengan King Kobra di Jalan Daeng Menambon Mempawah beberapa waktu lalu. Ular itu sempat memberikan semburan racun, tapi akhirnya berhasil diamankan. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Dok Mamat Rescue

Mempawah (Suara Kalbar) – Suatu hari di Kota Mempawah. Lendra Ariady, 40 tahun, warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, mendapat telepon dari salah seorang pejabat yang rumah dinasnya kemasukan ular.

Lendra Ariady yang biasa disebut Mamat Rescue ini memang memberikan pelayanan gratis 24 jam bagi masyarakat untuk mengamankan berbagai binatang berbisa.

Mulai dari ular, biawak, kelabang, kalajengking dan lain sebagainya.

“Sore itu saya mendapat telepon dari seorang pejabat di Jalan Daeng Menambon Mempawah. Saya langsung meluncur begitu diinformasikan ada King Kobra masuk rumah dinasnya,” ujar Lendra Ariady.

Setibanya di sana, ular itu tampak garang. Sejumlah upaya “pendekatan” dilakukan Lendra. Tapi ular masih tampak marah.

Ia lalu menarik ekor sang ular, kemudian mengeluarkannya dari rumah. Ular itu diletakkan di halaman depan.

Di sini lah, ada adegan seru bagaimana Lendra akhirnya dengan penuh kasih sayang bisa menyentuh binatang melata yang mengerikan itu.

“Alhamdulillah, setelah King Kobra itu merasakan tidak ada nuansa permusuhan dari saya, ia dapat diamankan. Saya sempat memegang kepalanya, dan ia tak lagi memberikan respon reaktif,” jelas Lendra Ariady.

Ular itu kemudian masuk ke dalam wadah khusus, dan dibawa pulang untuk dilepaskan lagi ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk.

 

Pelayanan Gratis Mamat Rescue

Ternyata bukan kali itu saja Lendra berhasil mengamankan binatang mematikan itu. Dalam tahun ini, sejumlah ular dapat ditaklukkan.

Sejak saat itu, Lendra Ariady, yang mengusung brand Mamat Rescue, kerap dimintai tolong masyarakat untuk mengamankan ular-ular yang masuk rumah penduduk.

Kepada SUARAKALBAR.CO.ID, Lendra Ariady mengatakan, pelayanan penuh resiko itu dilakukannya dengan niat tulus untuk menolong sesama.

“Karena itu, saya atau Mamat Rescue tidak pernah meminta imbalan. Pelayanan 24 jam ini gratis untuk masyarakat yang rumahnya kemasukan ular atau binatang berbisa,” katanya.

Menurut dia, mungkin tak ada hal lain yang bisa diperbuatnya untuk membantu masyarakat.

Karena itu, dengan Mamat Rescue ini lah ia coba membaktikan dirinya agar bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi orang lain.

Insya Allah, semuanya karena Allah Taala. Karena atas pertolongan dan perlindungan dari Allah Taala pula, saya bisa melewati berbagai rintangan, cobaan dan hal-hal berbahaya selama ini,” imbuhnya rendah hati.

Dalam praktik me-rescue ular berbisa ini, ia menyebut sebenarnya bukan menjinakkan ular. Sebab binatang melata itu tetap berbahaya.

“Namun karena selama ini sering berhadapan langsung, saya jadi bisa sedikit memahami karakter mereka. Kemudian bisa melihat momen dimana ular tersebut sudah tenang, dan bisa diamankan dengan tangan atau dengan alat khusus,” katanya.

Apakah ada menggunakan jampi-jampi sehingga ular itu bisa diamankan?

Lendra seketika tersenyum simpul. Ia menegaskan, tidak menggunakan jampi-jampi apapun.

“Cukup dengan bismillah, menyebut nama Allah, Insya Allah sang maha pencipta dan maha pelindung akan menjaga kita,” tuturnya.

Kisah sejak kapan ia mulai berani me-rescue ular, Lendra mengaku tidak ingat lagi. Namun yang tak dilupakannya adalah saat pertama kali ia digigit kelabang atau lipan ketika tengah tidur.

“Sejak saat itu lah, saya bertekad jangan sampai saya atau keluarga atau orang lain digigit binatang berbisa. Di situ pula timbul keberanian dan juga tantangan untuk menaklukkan,” kata dia.

Dalam upaya mengamankan ular berbisa ini, cukup banyak pengalaman yang telah dialami Lendra.

Mulai dari matanya nyaris buta karena disembur Kobra Jawa, hingga beberapa kali dipatuk.

Namun ia menyebut, atas perlindungan Allah SWT ia tetap selamat, meski mengalami luka-luka dan memerlukan penyembuhan cukup lama.

 

Kontak Person 24 Jam

Hingga kini, Lendra Ariady atau Mamat Rescue terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi yang rumahnya kemasukan binatang berbisa, dapat menghubungi nomor telepon atau WA 0895-3692-41-728 (24 jam).

“Semoga apa yang saya lakukan ini bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Insya Allah!” ujarnya.

Momen seru bagaimana Lendra Ariady menaklukkan ular dapat ditonton di kanal Youtube Mamat Rescue https://youtu.be/wtFoVYzMMgc.

Silakan ditonton, dan jangan lupa like, tulis komentar dan subscribe untuk mendukung chanel Mamat Rescue agar di masa datang bisa menyaksikan video-video seru tentang aksi Mamat Rescue menaklukkan binatang berbisa.

 

Pelayanan Masyarakat Lainnya

Selain mengusung Mamat Rescue untuk menaklukkan ular, Lendra Ariady juga membentuk layanan gratis Mamat Meninggal atau Fardhu Kifayah.

Kemudian, layanan Mamat Privat Aulia Home Education, sebuah produk bimbingan belajar semua mata pelajaran di rumah masing-masing siswa dengan tarif yang sangat murah dan terjangkau.

Mulai dari privat PAUD, SD, SMP, Mengaji / Tahfidz Quran, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Komentar
Bagikan:

Iklan