SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Kisah Bang Mahmud, Tukang Ojek di Mempawah yang Rela Tak “Narik” Seharian Demi Vaksinasi

Kisah Bang Mahmud, Tukang Ojek di Mempawah yang Rela Tak “Narik” Seharian Demi Vaksinasi

BANGGA DIVAKSINASI. Tukang ojek bernama Mahmud Rahmad, warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur yang bangga telah divaksinasi. Di mana pun ia berada, kartu vaksinasi selalu ia bawa, Jumat (5/11/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Dua minggu lalu, Mahmud Rahmad, 63 tahun, bertemu saya pada kegiatan vaksinasi massal di Kantor Camat Mempawah Timur.

Selaku Jurnalis Ubahlaku FJPP yang terpilih dalam program kerjasama Satgas COVID-19 Nasional dan Dewan Pers, saya turun melaksanakan peliputan, sekaligus membantu satgas kabupaten untuk memberikan edukasi protokol kesehatan.

Saat itu, Bang Mahmud, begitu biasa saya menyapanya, sedang duduk-duduk di teras Kantor Camat Mempawah Timur.

Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 hari ini. Saya diberikan vaksin asal Amerika. Kalau tak salah, namanya Pfizer,” ujar dia.

Warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur ini, mengaku awalnya sedikit gamang dengan kegiatan vaksinasi.

“Awalnya takut, tapi setelah lihat tetangga yang usianya lebih tua dari saya tetap sehat usai divaksinasi, saya pun berani ikut kegiatan (vaksinasi) ini,” jelas Bang Mahmud lagi.

Sejak pagi, ia mengaku sudah berada di Kantor Camat Mempawah Timur. Melihat antrian yang begitu panjang, Mahmud memutuskan untuk tidak “narik” seharian.

“Biar lah saya istirahat cari penumpang dulu. Tadi ibu perawat bilang, sehabis vaksinasi sebaiknya tidak bekerja yang berat-berat dulu,” katanya.

Bahkan, Bang Mahmud juga menceritakan bahwa dirinya telah mendapat penjelasan soal efek vaksinasi yang mungkin akan dirasakan tubuhnya.

Setelah mengobrol singkat, kami pun berpisah. Bang Mahmud pulang ke rumah dan saya melanjutkan liputan di titik vaksinasi lainnya.

Pada Jumat (5/11/2021) siang tadi, saya kembali bertemu Bang Mahmud di tempat ia biasa mangkal. Yakni di depan warung kopi “AMI” tak jauh dari Jumbo Selular Mempawah.

Saya sapa dan tanyakan bagaimana kesehatannya. Terlebih setelah divaksinasi dua minggu lalu.

Alhamdulillah, tetap sehat pak wartawan! Kemarin saya demam usai divaksinasi, tapi setelah itu biasa kembali,” paparnya.

Karena telah mendapat penjelasan lengkap soal efek vaksinasi atau KIPI, Bang Mahmud mengaku tidak merasa khawatir.

“Saat demam itu, saya minum obat paracetamol, tak lama juga baikan, dan kerja lagi seperti biasa,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Bang Mahmud mengaku bangga bisa mengambil peran untuk menyukseskan program pemerintah.

“Saya kan banyak berhubungan dengan orang lain selama ngojek, jadi harus punya kekebalan tubuh agar tak kena Corona. Ini ikhtiar!” ujar dia lagi.

Meski telah merasakan demam, Bang Mahmud mengaku siap untuk mengikuti vaksinasi dosis kedua Pfizer.

Insya Allah, dua minggu lagi saya vaksinasi kedua,” tutupnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan