Kerap Disebut “Babu” KC Tega Aniaya Indah
Kubu Raya (Suara Kalbar)- Pelarian F alias KC (19) pelaku curas harus terhenti di tangan petugas Polsek Sungai Ambawang selang tiga hari kejadian ia menganiaya Indah yang tak lain rekan kerjanya di kawasan Sungai Ambawang Kamis (25/11/2021) dini hari lalu.
“Pelaku memang berniat mengambil barang dari korban, yang dia lakukan yakni mematikan CCTV agar tidak terpantau dan mematikan saklar listrik di lokasi kejadian serta menyiapkan alat- alat untuk melancarkan aksinya,” ujar Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold saat press rilis di Mapolsek Sungai Ambawang, Senin (29/11/2021) sore.
Ia mengatakan menyiapkan segala sesuatu untuk melancarkan aksinya, KC langsung menuju ke kamar korban dengan alat yang sudah di persiapkan.
“Saat di kamar, pelaku ini sempat merokok dan duduk diatas kepala korban, dan berfikir apa yang akan dilakukan selanjutnya. Setelah itu KC memukul dengan tangan kosong dan menjerat leher korban, namun korban bangun dan terjadi perlawanan membuat tali sepatu yang telah disiapkan untuk menjerat putus,” katanya.
Jerrold mengatakan pelaku tak berdaya lantaran dipukul bagian kepala dan wajah, pelaku kembali ke kamar korban dan mengambil barang – barang yang telah dia bawa sebelumnya kunci inggris dan parang lalu menghujami kepala korban bertubi sekitar delapan kali.
“Pelaku sempat memastikan korban hidup atau meninggal, dengan menyeret korbanya.namun saat korban masih membuka mata pelaku dengan beringas kembali menghujami korban dengan pukulan.korban pun pura- pura tidak sadar, pelaku pun meninggalkan korban dan memgambil barang – barang curian,” jelasnya.
Adapun barang berharga yang dibawa kabur pelaku yakni, tas sepeda motor dan sejumlah uang tunai, usai membawa hasil curiannya pelaku langsung melarikan diri dan berhasil ditangkap di kawasan Kabupaten Sanggau.
Usai berhasil diamankan dan diinterogasi petugas pelaku menyampaikan jika melakukan perbuatan tersebut ia tak sendiri.
“Berdasarkan pengakuan tersebut kami langsung melakukan pengumpulan data dan pengejaran orang lain tersebut,namun hal ini merupakan akal-akalan pelaku, pelaku membawa alamat tidak jelas dan saat pelaku akan menunjukan lokasi pelaku berusaha untuk melarikan diri dan melawan petugas sehingga petugas kami memberikan tindakan tegas dan terukur,” jelasnya.
Sementara itu, KC pelaku curas mengungkapkan jika dirinya nekat menganiaya korban lantaran sakit hati kerap dipanggil babu, dirinya kesal karena ia kerap menolong korban, namun korban tak sekalipun menolong dirinya jika membutuhkan bantuan.
“Karena sering dipanggil babu, kalo mereka susah saya mau membantu tapi giliran saya susah mereka pasti ndak mau, saya ambil barang dia untuk pulang ke kampung,” ungkapnya.
Dirinya mengaku jika kejadian tersebut tidak direncanakan, namun tiga hari sebelum kejadian, pelaku merasa ada perkataan korban yang menyakiti hatinya.”Ada tiga hari yang lalu, dan ucapan babu itu udah sering di bilang ke saya,” katanya.
Berdasarkan pengakuan pelaku jika dirinya kerap melakukan pencurian namun untuk data yang masuk dalam cacatan kepolisian baru kali ini, dan ia melakukan pencurian untuk memenuhi kehidupan sehari- hari.






