SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah GHOST HUNTER, Uji Nyali Anak Muda di Kawasan Horor Kota Mempawah

GHOST HUNTER, Uji Nyali Anak Muda di Kawasan Horor Kota Mempawah

GHOST HUNTER MEMPAWAH. Tiga dari puluhan Anggota Komunitas Ghost Hunter yang menguji nyali dan adrenalin di kawasan perbukitan yang terkenal horor di Mempawah, Jumat (12/11/2021) malam. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. IST

Mempawah (Suara Kalbar) – Di ujung kawasan pemukiman warga yang amat sepi di Kecamatan Mempawah Timur, lima anak muda baru saja tiba dengan sepeda motor.

Waktu saat itu menunjukkan pukul 00.15 WIB, Jumat (12/11/2021) malam.

Mereka lalu memarkir kendaraan, dan dengan penerangan seadanya lantas naik di sebuah kawasan berbukit.

Kelimanya tak banyak bicara. Ketika tiba di tempat yang dimaksud, mereka duduk dan bicara sambil berbisik-bisik.

Terdengar ucapan salam.

“Assalamulaikum Wr. Wb. Kami datang bersilaturahmi dan tidak bermaksud mengganggu!” ujar salah seorang dari mereka.

Aksi duduk-duduk dengan penerangan dari lampu HP dan cahaya bulan, dianggap sudah cukup untuk menciptakan suasana mistis di tempat itu.

Nah, pertualangan pun dimulai.

Satu jam berlalu tanpa “gangguan”, berlanjut ke dua jam kemudian.

Tiba-tiba terdengar tawa mengikik pelan. Kelima anak muda yang tadi bicara berbisik-bisik, tiba-tiba terdiam.

Tapi situasi sesungguhnya tak benar-benar sepi. Sebab tawa mengikik itu masih berlangsung untuk beberapa saat.

Pelan-pelan, setelah suara tawa mengilang, suasana menyeramkan kembali memayungi tempat itu.

“Luar biasa, memang horor tempat ini! Yuk kita pergi!” kembali terdengar suara. Kelimanya pun pulang menuju Mempawah.

Cerita di atas sama sekali bukan rekayasa.

Itu adalah fakta yang ditemui Tim Ghost Hunter Mempawah ketika bersilaturahmi, sekaligus ajang uji nyali di tempat-tempat horor Kota Bestari.

 

Kisah Ghost Hunter

Komunitas Ghost Hunter Mempawah berdiri sejak tahun 2006 lalu.

Berawal dari hobi anak-anak Fotografi Mempawah yang suka hunting foto di waktu malam.

Misalnya, objek hewan, hutan maupun suasana temaram di Kota Mempawah.

Pada suatu malam, anak-anak Fotografi ini tiba-tiba ingin melaksanakan hunting foto. Kebetulan saat itu adalah malam Jumat.

Dalam suasana temaram di jembatan baru Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, ada satu kejadian penampakan yang menguji nyali para seniman Fotografi itu.

“Padahal, niat awalnya hunting foto, karena ada penampakan yang disertai suara misterius, membuat tujuan kami berubah. Ada sensasi menguji nyali yang membuat kami penasaran,” kata Ta Eka Danustie atau akrab disapa Teteh.

Teteh adalah Koordinator Senior Ghost Hunter Mempawah.

Sejak saat itu, di sela-sela hunting foto, para fotografer muda Mempawah meluangkan waktu khusus untuk uji nyali merasakan “kontak” gaib dengan dunia lain.

Perlahan tapi pasti, komunitas fotografi ini akhirnya membentuk Tim Ghost Hunter.

Di berbagai wilayah di Indonesia, Komunitas Ghost Hunter juga banyak terbentuk dan kerap membuat tayangan atau konten Youtube tentang pertualangan menelusuri lokasi-lokasi horor.

Menurut Teteh lagi, Ghost Hunter yang berartinya “berburu hantu” di Mempawah, mungkin hanya sebuah slogan.

“Sebab kami tidak benar-benar “berburu hantu”. Melainkan, hanya melakukan upaya uji nyali untuk merasakan kontak gaib sesama makhluk ciptaan Allah SWT,” jelas Teteh.

Meski untuk itu, Tim Ghost Hunter Mempawah tak jarang mendatangi tempat-tempat keramat dan menyeramkan di berbagai sudut Kota Bestari.

Dalam praktiknya, Tim Ghost Hunter Mempawah juga tidak boleh arogan di tempat-tempat khusus itu.

“Sebab kami datang bukan untuk menganggu “mereka”. Kami tetap menerapkan adab sopan santun!” jelasnya.

Teteh mengakui, dari pengalaman “berjumpa” selama hunting itu lah mereka bisa mengetahui kalau makhluk gaib itu memang benar-benar ada.

Nah, saat mendatangi tempat-tempat horor, Tim Ghost Hunter biasanya duduk dan diam untuk coba berkomunikasi dengan makhluk gaib di situ.

“Silaturahmi kami ke tempat horor juga untuk memastikan apakah predikat seram di tempat itu memang benar adanya atau hanya mitos belaka,” katanya.

Terbentuk sejak 2006, hingga sekarang Tim Ghost Hunter masih eksis di Mempawah. Itu berarti sudah 15 tahun usia mereka.

Teteh menceritakan, cukup banyak kejadian penampakan yang dialami anggota Tim Ghost Hunter dalam bersilaturahmi di tempat-tempat horor.

Misalnya, di sebuah rumah kosong di Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, beberapa tahun lalu.

Situasi rumah yang awalnya sepi di malam hari, mendadak pecah oleh suara keterkejutan, ketika tiga dari enam anggota Ghost Hunter tidak sengaja melihat sosok hitam yang duduk di tempat tidur.

“Sosok hitam itu sangat mengerikan. Ia lalu melayang dan kemudian menghilang ke bagian atas rumah. Dan tiga orang dari kami, melihat penampakan itu sangat jelas!” tegas Teteh.

Berikut nama-nama pencinta fotografi Mempawah yang masuk dalam Tim Ghost Hunter;

Mantex Wisma, Fazly Al-Asybal, Endang Unyu, Gunnar Rodick, Ockey Librata, Andrew Bandot, Fiksi Agmo, Fanky Firnando, Wan Melky dan Filmon.

Kemudian, Ikhsan Rizano, Linda Lincen, Hendy Fanoo, Vita, Siti Hardianti Amina, Arby, Nanda, Zanu, Memet dan Putra Kjr.

Komentar
Bagikan:

Iklan