Bank Sentral UEA: Risiko Pencucian Uang Meningkat Selama Pandemi
Suara Kalbar – Bank sentral Uni Emirat Arab memantau adanya peningkatan risiko aliran keuangan ilegal akibat pandemi COVID-19, termasuk diantaranya adalah pencucian uang dan pendanaan terorisme. Temuan tersebut dijelaskan dalam laporan yang dirilis pada Minggu (19/9).
Laporan itu mencatat penggunaan penyedia jasa keuangan tak berlisensi untuk kegiatan pencucian uang (money laundering) telah meningkat selama pandemi COVID-19 pada tahun lalu. Aktivitas ilegal yang sama juga banyak tercatat melalui transaksi pada perdagangan elektronik atau e-commerce.
“Karantina wilayah besar-besaran telah menyebabkan lonjakan perdagangan elektronik. Karena terbatasnya kemampuan untuk memindahkan dana dan barang selama pandemi, oknum-oknum menjadikan perdagangan elektronik sebagai salah satu medium dalam pencucian uang,” katanya.






