Waspadai Aplikasi WhatsApp Pink yang Bisa Curi Data Ponsel Pengguna
![]() |
| WhatsApp Pink kini muncul untuk mengincar data pengguna. Foto: Ilustrasi WhatsApp. [iGlobalWeb/Pixabay] |
Suara Kalbar – Peneliti keamanan siber telah menemukan sebuah aplikasi bernama WhatsApp Pink yang diklaim berbahaya. WhatsApp Pink ini diyakini dapat mencuri data setelah diinstall dan memungkinkan hacker mendapatkan akses ke ponsel pengguna.
Hal ini pertama kali dibagikan oleh Rajshekhar
Rajaharia selaku peneliti keamanan siber asal India. Informasi ini
dibagikan langsung melalui akun Twitter miliknya.
“Hati-hati terhadap @WhatsApp Pink!! Virus sedang
disebarkan lewat #WhatsApp grup dengan link download APK. Jangan klik
link apa pun dengan nama WhatsApp Pink. Akses lengkap ke ponsel Anda
akan hilang. Bagikan dengan semua,” kata Rajaharia lewat cuitannya,
dikutip dari NDTV, Senin (19/4/2021).
Menurutnya, aplikasi ini akan mulai mengedarkan
pesan yang berisi link untuk mengunduh. Tujuan hacker tersebut dikatakan
ingin mengumpulkan data pengguna sebanyak mungkin.
WhatsApp Pink juga sebagian besar telah
ditargetkan kepada polisi dan orang-orang media di India. Awalnya, link
untuk mengunduh aplikasi dikirim ke petugas polisi di Delhi dan
Rajasthan. Pesan ini muncul di salah satu grup polisi tersebut.
Kemudian, para hacker yang mengirimkan pesan
WhatsApp Pink ini juga menggunakan link tautan berbeda. Namun demikian,
pengguna disarankan untuk tidak membuka tautan apapun yang diklaim dapat
menghadirkan tampilan atau fitur baru ke WhatsApp.
“Siapapun bisa mendapatkan pesan yang tidak
biasa, tidak berkarakter, atau mencurigakan pada layanan apa pun,
termasuk email. Kapanpun itu terjadi, kami sangat menganjurkan semua
orang untuk berhati-hati sebelum merespons,” kata pihak WhatsApp dalam
pernyataannya.
“Di WhatsApp, kami juga menyarankan agar
orang-orang menggunakan tools yang kami sediakan dalam aplikasi untuk
mengirimi kami laporan, melaporkan kontak, atau memblokir kontak,”
tambah WhatsApp.
Ini bukan pertama kalinya versi WhatsApp palsu beredar. Sebelumnya, beberapa pengguna diserang oleh varian WhatsApp Gold yang juga dibuat hacker untuk mendapatkan data pengguna.






