SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Target Gubernur Kalbar di Musrenbang :2022 Kondisi Jalan Mantap Capai 70 Persen

Target Gubernur Kalbar di Musrenbang :2022 Kondisi Jalan Mantap Capai 70 Persen

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2022 serta Rapat Kerja Percepatan Penyelesaian Segmen Batas Daerah, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.
SUARAKALBAR.CO.ID/Adpim Kalbar

Pontianak (Suara Kalbar) – Dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat, sebanyak 37 paket strategis yang akan dilaksanakan di Tahun 2021 pada kabupaten/ kota sebesar Rp. 536 Miliar.

“Untuk infrstruktur sekitar 1500 Kilometer dan ratusan jembatan akan diperbaiki dan bangun baru. Saya berharap akhir jabatan saya nantinya dengan Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan jalan provinsi akan tercover betul-betul 85 persen dengan kondisi mantap dan itu real. Insyallah tahun ini jalan mantap hingga akhir tahun jalan provinsi dalam kondisi 68 sampai 70 persen,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2022 serta Rapat Kerja Percepatan Penyelesaian Segmen Batas Daerah, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (7/4/2021).

Ia memaparkan bahwa presentase penduduk miskin yang ada di Kalbar lebih rendah dibandingkan nasional dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kalbar meningkat.

“Pada tahun 2020 lalu, angka penduduk miskin kita sebesar 7,24 persen lebih kecil dari rata-rata nasional sebesar 10,19 persen. Dan IPM kalbar meningkat 67,66 namun masih di bawah rata-rata nasional sebesar 71,90,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalbar mempertanyakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah dengan memperhatikan dokumen dan data serta proses-proses fasilitas yang sudah pernah dilakukan.

“Saya ingatkan segera diselesaikan permasalahan batas daerah jangan sampai ada konflik antar masyarakat seperti yang telah terjadi di Desa Sunsong dengan Desa Bungkong Baru yang berujung pada penyegelan Kantor Desa pada segmen batas daerah Kabupaten Sintang dengan Kabupaten Sekadau. Saya titip juga kepada bapak Dirjen untuk menyelesaikan batas antara Provinsi Kalbar dengan Provinsi Kalteng,” paparnya.

Musrenbang turut dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan M.M., M.H., Ketua DPRD Provinsi Kalbar M. Kebing L dan forkompida kepala daerah Bupati dan Wali Kota Se-Kalbar serta Tokoh Masyarakat dan perwakilan dari Pemerintah Pusat.

Musrenbang RKPD Provinsi Kalbar bertemakan ‘Akselarasi Pembangunan Ekonomi Inklusif Berbasis SDA dan dan Peningkatan SDM yang Berkualitas’ ini, Gubernur Kalbar untuk mencapai visi dan misi pembangunan Kalbar dalam RPJMD Perubahan Tahun 2018-2023, terdapat empat indikator makro pembangunan yaitu, Target Angka Kemiskinan Kalbar menjadi 7,31-7,32 persen, Target Pengangguran Terbuka di Kalbar sebesar 5,53-4,29 persen turun dari sebelumnya sedangkan target laju pertumbuhan Ekonomi Kalbar di tahun 2022 sebesar 4,71-5,46 persen dan target IPM di tahun 2022 sebesar 70,29 persen. 

Penulis: Pri

Komentar
Bagikan:

Iklan