Swab Test 505 Santri yang Pulang ke Kalbar, Harisson: Kita Swab Secara Acak
![]() |
| Kadinkes Kalbar Harisson. SUARAKALBAR.CO.ID/Pri |
Pontianak (Suara Kalbar) – Sebanyak 505 orang santri yang merupakan penumpang KM. Bukit Raya dengan keberangkatan dari Surabaya dengan jumlah rincian dari Ponpes Lanbulan 235 orang, Ponpes Kajuk 150 orang, Ponpes Sidogiri 82 orang , Ponpes Nawawi 27 orang dan Ponpes Al Khoiriyah 11 orang diacak untuk dilakukan Swab.
Satuan Tugas (Satgas) Provinsi Kalimantan Barat mengacak 50 orang santri dari 505 santri tersebut yang pulang melalui Moda Trasportasi Laut menggunakan KM Bukit Raya di Pelabuhan Dwikora Pontianak, pada Minggu 4 April 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan total swab test PCR secara acak diambil terhadap kelompok masing-masing pondok pesantren.
“Swab test acak kita lakukan untuk melihat gambaran tingkat ketertularan covid-19 terhadap santri yang baru datang ke kalbar,” ungkapnya kepada suarakalbar.co.id.
Menurutnya dengan mengetahui tingkat ketertularannya maka satgas akan mudah mengambil langkah pencegahan penularan covid selanjutnya baik terhadap keluarga maupun masyarakat disekitarnya atau mengingatkan santri dan keluarganya untuk melakukan isolasi baik secara mandiri maupun isolasi di rumah isolasi yang disiapkan oleh pemerintah.
“Terhadap 505 orang santri yang pulang kita lakukan swab test acak sebanyak 50 orang di Pelabuhan Dwikora Pontainak,” tegasnya.
Bahwa Pemprov Kalbar telah memberikan keringanan bagi santri dan pelajar yang pulang ke Kalbar dengan cukup membawa surat antigen negatif.
Dijelaskannya santri dan pelajar asal Kalbar yang pulang lewat udara sudah dibebaskan dari test PCR pada saat keberangkatan cukup membawa surat negatif antigen, tetapi di Bandara kedatangan tetap dilakukan Swab PCR.
“Untuk santri yang pulang menggunakan moda transportasi laut menggunakan KM Bukit Raya dari Surabaya yang tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak kemarin pagi, kita lakukan test swabs PCR secara acak,” ujarnya.
Harisson juga menjelaskan Satgas Provinsi Kalbar juga terus mengingatkan kepada seluruh santri beserta keluarga yang bersangkutan untuk benar-benar menerapkan prokes dengan ketat di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
“Lewat swab test acak tersebut nanti akan diketahui kalau misalnya tingkat tertular 5 persen maka satgas akan mengingatkan santri dan keluarga nya tentang kemungkinan penyebaran covid-19 di kalangan santri dan penting nya penerapan prokes dan kepentingan pelacakan atau tracing lebih lanjut oleh petugas kesehatan,” paparnya.
Ia menambahkan apabila santri dan pelajar asal Kalbar ingin pulang harus dikordinir serta melakukan kordinasi dengan Satgas Provinsi agar pihak Satgas dapat mengontak maskapai.
“Gubernur selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi telah memberikan keringan terhadap pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh keluarga santri dan pelajar pada saat akan pulang ke Kalbar dengan membebaskan persyaratan test swabs PCR sebelum terbang ke Kalbar namun syarat test swabs PCR tetap dilakukan di bandara kedatangan dengan biaya yang ditanggung oleh pemprov Kalbar,” pungkasnya.
Penulis: Pri






