SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Lismaryani Sutarmidji: Terus Bersinergi Promokan Kain Sidan Hingga ke Manca Negara

Lismaryani Sutarmidji: Terus Bersinergi Promokan Kain Sidan Hingga ke Manca Negara

Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji saat menggunakan Tenun Sidan Khas Kapuas Hulu.
SUARAKALBAR.CO.ID/Adpim Kalbar

Pontianak (Suara Kalbar) – Menenun adalah salah satu budaya masyarakat Kalbar yang tentunya harus hidup dalam ingatan generasi muda bangsa Indonesia untuk terus di lestarikan.

Sejarah tradisi karya tenun tradisional Kain Sidan penduduk asli Kabupaten Kapuas Hulu di penghujung perbatasan negara Republik Indonesia – Malaysia, tak kalah bernilai untuk terus dijaga dan dilestarikan.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Diskop UKM Kalbar akan terus mempromosikan tenun hingga terkenal ke manca negara.

“Kita akan terus melakukan promosi dengan bersinergi bersama Diskop UKM Provinsi Kalbar serta pihak lainnya agar tenun kita dikenal sampai ke Manca Negara,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat Kalbar bangga dan selalu mencintai produk lokal dan ikut serta membantu dalam promosi hasil kain tenun yang di miliki.

“Dengan terus menggunakan produk hasil kerajinan yang dihasilkan seperti kain tenun. Maka kita akan ikut melestarikannya. Dengan demikian tradisi tenun di Kalbar tidak akan punah dan akan mengikuti perkembangan yang ada,” paparnya.

Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat diakuinya juga terus bersinergi dengan Diskop UKM Provinsi Kalimantan Barat untuk terus melakukan promosi kerajinan daerah Kalbar diantaranya kain tenun Sidan asal Kapuas Hulu.

Dalam hal ini Dekranasda Provinsi bekerjasama dengan Diskop UKM Provinsi untuk menonjolkan tenun Sidan agar dikenal sampai ke Manca Negara dan menghindari supaya tidak di klaim oleh negara tetangga.

“Kita ingin terus promosikan kain tenun sidan karena kita tidak ingin hasil kerajinan daerah Kalbar diakui oleh negara tetangga. Karena memang kita bertetanggaan dengan Malaysia,” terangnya.

Menurutnya sejauh ini pihaknya mendapatkan support dalam melakukan promosi hasil kerajinan lokal tidak hanya tenun saja, tapi ada produk lainnya.

“Alhamdulillah kita diberi support untuk promosi dan kita dan sudah ada kerjasama dengan desainer untuk mengadakan pelatihan untuk para pengrajin. Tapi kita masih sesuaikan karena kondisi covid-19,” cetusnya.

Ia berharap tenun sidan asal Kapuas Hulu Provinsi Kalbar akan terus dikenal supaya tidak di Klaim oleh negara tetangga.

Lismaryani menambahkan bahwa tenun sidan harus dilestarikan walaupun bahan bakunya berat dan ukuranya tidak lebar serta dengan waktu pembuatannya membutuhkan waktu sekitar dua hari.

Selain itu untuk SDM khsusnya dalam menenun dikatakannya akan terus bersinergi dengan kabupaten kota lainnya di Kalbar.

“Sejauh ini hasil kerajinan lokal seperti tenun memang agak mahal harganya karena bahan dasaenya memang mahal dan memang permintaan banyak datang dari kalangan seperti di pemerintahan. Semoga tenun sidan ini bisa terus berkembang,” pungkasnya.

Penulis: Pri

Komentar
Bagikan:

Iklan