Koneksi Internet Tak Terjangkau, Pelajar di Desa Amawang Belajar Daring di Bukit Parigi

Editor : Dian Sastra

Para pelajar di Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, terpaksa naik ke kaki Bukit Parigi di Dusun Pudak, saat kesulitan menjangkau koneksi internet untuk belajar daring. Warga berharap, Pemprov Kalbar, Pemkab Mempawah dan operator seluler PT. Telkomsel dapat memfasilitasi pembangunan tower telepon seluler di desa mereka. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah (Suara Kalbar) – Warga Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, telah lama mendambakan berdirinya tower telepon seluler dan jaringan internet, khususnya Telkomsel, bisa menjangkau wilayah mereka.

“Sebab hingga kini, tower jaringan seluler tak kunjung dibangun. Para pelajar di desa kami, termasuk di Dusun Pudak, harus berjalan kaki untuk mencari koneksi internet guna belajar daring,” ujar Surisman, warga Dusun Pudak, Desa Amawang, kepada suarakalbar.co.id, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Risman, sapaan akrabnya, sulitnya mencari koneksi internet untuk mengoperasikan telepon seluler kian terasa saat dilanda pandemi Covid-19.

Sebab hingga saat ini, belajar tatap muka ditiadakan, dan diberlakukan metode belajar dalam jaringan atau daring yang membutuhkan koneksi internet memadai agar anak-anak di desa Amawang dan sekitarnya bisa belajar.

“Hanya saja, koneksi internet sulit sekali dijangkau, sehingga proses belajar daring anak-anak kami tak jarang mengalami kendala,” jelasnya.

Demi menimba ilmu, tambah Risman, para pelajar SD, SMP dan SMK di Desa Amawang dan sekitarnya, terpaksa harus berjalan kaki mencari tempat ketinggian agar sinyal telepon seluler bisa diperoleh.

Salah satu tempat yang menjadi tujuan para pelajar di sana adalah kaki Bukit Parigi yang terletak di RT.009/RW.002, yang masih dalam kawasan SMK Negeri di Dusun Pudak.

Di satu sisi, Risman mengaku bangga dengan anak-anak pelajar di Desa Amawang yang tetap punya niat belajar daring meski koneksi internet sulit dijangkau. Kadang para remaja putri di sana, terpaksa harus didampingi orangtua.

“Tapi di sisi yang lain, kami merasa terabaikan. Kenapa desa kami hingga sekarang tak kunjung dibangun tower telepon seluler? Padahal, sarana dan prasarana telah siap, termasuk aliran listrik yang sudah masuk di Desa Amawang,” ujar dia.

Ia mengakui, Pemerintah Kabupaten Mempawah memang telah menyediakan fasilitas internet di Pasar Kawasan Desa Pentek. Hanya saja, jaraknya cukup jauh dari Desa Amawang, yakni 3-4 kilometer.

“Kualitas sinyal di Pasar Kawasan Desa Pentek pun hanya 20 Mbps, jadi jika ramai yang menggunakan, koneksi internet menjadi lemot,” ungkap Risman.

Para pelajar di Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, berjalan kaki naik ke bukit untuk mendapatkan koneksi internet. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist 

Risman juga yakin, seluruh masyarakat Desa Amawang bersedia memberikan dukungan penuh kepada operator telepon seluler Telkomsel jika ingin membangun tower di kawasan itu.

“Nah, mewakili seluruh masyarakat Desa Amawang, saya berharap aspirasi penyediaan tower telepon seluler dan jaringan internet, khususnya Telkomsel, dapat difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Mempawah,” imbuhnya.

Terlebih, semua jenjang sekolah akan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021.

Di waktu lalu, karena kendala koneksi internet ini, proses Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) yang diikuti pelajar SMK selalu menumpang di Kantor Camat Sadaniang.

Nah, jika di tahun 2021 ini masih tidak tersedianya tower telepon seluler dan jaringan internet, maka proses ANBK kembali menumpang lagi di Kantor Camat Sadaniang.

“Hal ini tentu berdampak merugikan bagi para guru dan peserta didik di semua jenjang pendidikan, termasuk SMK Negeri 1 Sadaniang. Di saat semua orang sudah ONLINE, kami di Sadaniang masih OHLAIN,” pungkasnya.

 

Penulis : Distra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini