Jalan Sunyi Para Pembelah Samudera, Kronologi Tragedi Nanggala 402
![]() |
| [Suara.com/Ema/Septi] |
Suara Kalbar – Sebanyak 53 prajurit TNI AL meninggal dunia, dalam tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali.
Tragedi prajurit pembelah samudera itu menyisakan banyak kisah mengharukan, terutama bagi keluarga besar para prajurit.
Kapal yang membawa 53 personel TNI AL tersebut,
diduga oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kehilangan kontak tidak
lama setelah diberi izin menyelam dan diperkirakan sedang berada di
kedalaman 700 meter di bawah permukaan air.
Kapal selam berusia 44 tahun itu dilengkapi dengan cadangan oksigen yang hanya dapat bertahan selama 72 jam.
Salah satu hal yang kemudian banyak dipertanyakan di media sosial adalah mengapa para awak kapal selam tidak keluar dari pintu emergency dan untuk menyelamatkan dirinya sendiri?
Pertama, perlu diketahui bahwa pintu darurat yang
ada di kapal selam tidak bisa dibuka dengan leluasa karena telah
dirancang jauh lebih rumit supaya tidak bisa dimasuki air laut.
Sebagai pengganti, telah tersedia kompartemen
penyelamat di mana bagian tersebut tidak bisa dimasuki air karena
memiliki sistem isolasi walau bagian kapal lain telah bocor.
Jika awal kapal memutuskan keluar di kedalaman 700 meter, maka air akan memenuhi ruang kosong kapal hanya dalam hitungan detik.
Jika dalam kedalaman rendah, awak kapal masih mungkin menahan tekanan air yang masuk dan berenang ke luar.
Namun perlu diketahui bahwa tekanan air akan meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter.
Maka, jika tekanan di udara adalah 1 atm, tekanan
di kedalaman 700 meter akan berada di angka 70 atm. Sementara manusia
hanya bisa bertahan pada sekitar 3 sampai 4 atm.
Sehingga berenang dalam kedalaman 700 meter
dinilai mustahil bagi manusia karena tekanannya akan sama seperti
diinjak 100 ekor gajah di kepala.
Selain itu, dalam hitungan detik gendang telinga
juga akan pecah. Begitu juga dengan paru-paru yang termampatkan dan
menyebabkan sakit yang luar biasa sebelum akhirnya pecah. Hal itu akan
terus berlanjut hingga pembuluh darah dan organ di seluruh tubuh yang
hancur.
Sehingga membuka pintu kapal selam dan berenang ke luar di kedalaman 700 meter merupakan hal mustahil untuk dilakukan.
Berikut infografis kronologi tragedi KRI Naggala 402.
![[Suara.com/Ema/Septi]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/04/26/66070-kronologi-tragedi-kri-nanggala-402-1.jpg)






