Erlina Minta DKPP Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian di Masa Pandemi
![]() |
| Bupati Mempawah, Erlina, bersama Kadis DKPP, Gusti Basrun, usai membuka Pertemuan Teknis dan Jambore Penyuluh se Kabupaten Mempawah di Wisata Nusantara Resort. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist |
Mempawah (Suara Kalbar) – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan
dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah menggelar Pertemuan Teknis dan Jambore
Penyuluh se-Kabupaten Mempawah tahun 2021.
Kegiatan yang dibuka Bupati Mempawah, Erlina, berlangsung di
Wisata Nusantara Resort, Desa Penibung, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (6/4/2021).
Di hadapan Kepala DPKPP Mempawah, Gusti Basrun, beserta
jajaran dan puluhan penyuluh pertanian, Erlina mengungkapkan, tahun ini salah
satu fokus pembangunan Pemkab Mempawah adalah lini bawah bidang pertanian
yang harus diperkuat terutama para penyuluh hingga ke petani.
“Banyak hal yang harus kita eksplorasi untuk mengoptimalkan
potensi pertanian kita yang sebenarnya sangat-sangat besar. Khususnya
menanamkan dan membangun jiwa entrepreneur cerdas dan mandiri kepada para
petani dan calon petani di Kabupaten Mempawah,” katanya.
Bupati selanjutnya menegaskan, membangun sektor pertanian
perlu komitmen yang kuat dari berbagai pihak, terutama OPD yang membidangi dan
organisasi-organisasi pertanian.
“Saya mengharapkan OPD terkait dan organisasi pertanian
dapat berpikir dan bekerja lebih keras lagi, lebih inovatif, dan sepenuh hati
untuk kesejahteraan para petani,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Erlina juga berharap DPKPP Mempawah
dapat berkelanjutan melakukan revitalisasi di sektor pertanian yang mencakup
kelembagaan, penyelenggaraan penyuluhan, penyediaan sarana dan prasarana pertanian
di Kabupaten Mempawah.
“Kepada Kepala DPKPP, saya minta di masa pandemi Covid-19
saat ini terus meningkatkan kompetensi para penyuluh pertanian. Karena mereka
sebagai garda terdepan pendamping petani dalam upaya meningkatkan produksi dan
produktivitas pertanian,” ucap dia.
Erlina menyebut, sektor pertanian memegang peranan penting
dalam pembangunan nasional.
Sebab, perlu sumberdaya penyuluh yang kredibel dan selalu
siap di lokasi binaan untuk mewujudkan target pembangunan pertanian.
“Meliputi, pencapaian swasembada dan swasembada
berkelanjutan, diversifikasi pangan, nilai tambah dan daya saing, serta
peningkatan kesejahteraan petani,” bebernya.
“Karenanya, saya mengharapkan penyuluh pertanian efektif
mendampingi petani, baik di lapangan maupun pertemuan antar kelompok-kelompok
tani, dan memfasilitasi petani dalam memecahkan persoalan yang dihadapi,”
pungkas Erlina.
Penulis : Prianta






